Denmark Siap Meledakkan Tunisia Di Laga Awal Grup D Piala Dunia 2022

Tim Dinamit Denmark akan memulai laga awal Grup D Piala Dunia 2022 melawan Tunisia di Stadion Education City, Selasa (22/11) pukul 20.00 wib. Denmark yang menjelma menjadi tim kuda hitam jika bermain di ajang resmi sepakbola tentunya sedikit diunggulkan atas Tunisia yang notabene tidak pernah lolos dari fase grup Piala Dunia selama mereka turut serta.

Denmark sejauh ini menjadi salah satu tim dengan produktivitas gol tertinggi di Eropa. Statistik tersebut merujuk dari dua kompetisi terakhir yang mereka jalani di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan UEFA Nations League A.

Sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Denmark sukses menjadi Juara Grup F dengan poin 27 dari 10 pertandingan. Mereka mencetak 30 gol dan hanya 3 kali kebobolan. Denmark mencetak rata-rata 3 gol dari 10 pertandingan dan rata-rata kebobolan hanya 0,1 per laga.

Penampilan Denmark juga terbilang apik saat tampil di UNL A meski gagal melaju ke babak gugur. Denmark hanya mampu menjadi runner up dengan 12 poin, kalah dari Kroasia di puncak klasemen. Namun Denmark mampu mencetak 9 gol dan kebobolan 5.

Tunisia memiliki catatan yang cukup apik sebelum datang ke Piala Dunia 2022. Mereka hanya menelan sekali kekalahan dalam sembilan laga terakhirnya.

Bukan hanya itu, lini depan Tunisia juga wajib diwaspadai Denmark setelah tim Afrika tersebut selalu mencetak minimal 2 gol dalam 4 dari 7 laga terakhirnya.

Baca Juga:  TMMD Reguler ke-126: TNI dan Warga Wujudkan Infrastruktur Desa Lebih Baik di Tawangmangu

Jika menang atas Tunisia, Denmark berpotensi memperpanjang rekor tak terkalahkan melawan tim dari benua Afrika di Piala Dunia, yang sebelumnya telah menang dua kali dan imbang dua kali.

Sebaliknya, Tunisia juga punya rekor buruk tiap kali melawan tim dari Benua eropa. Di turnamen empat tahunan tersebut, mereka sudah mencatat tiga kali imbang dan tujuh kali kalah. Ini akan menjadi pertemuan pertama bagi Denmark dan Tunisia dalam perhelatan Piala Dunia.

Kedua negara ini bertemu terakhir kali pada 20 tahun lalu. Namun, kedua kesebelasan bertemu bukan pada turnamen resmi melainkan hanya sebatas pertandingan persahabatan yang digelar di Jepang.

Denmark sukses meraih kemenangan tipis dengan skor 2-1 dalam laga tersebut. Namun, catatan ini bukanlah modal yang cukup bagi skuad Kasper Hjulmand melawan skuad Tunisia saat ini.

Tim Dinamit akan memainkan formasi 4-3-3 attacking dan jika dalam posisi bertahan skema mereka bisa berubah menjadi 4-2-3-1 sedangkan Tunisia akan memainkan 3-4-2-1 bertranformasi menjadi 5-4-1.

Skuad Denmark yang dilatih oleh Kasper Hjulmand cenderung bermain sepakbola pragmatis dengan kombinasi lebih sering memainkan bola atas dan jarang sekali memainkan sepakbola.

Poros permainan Denmark terletak pada sosok Christian Eriksen dimana playmaker berusia 30 tahun ini adalah sumber permainan melalui kemampuannya melepaskan umpan kunci ataupun membuat tempo permainan berjalan lambat.

Baca Juga:  ARTOTEL Gajahmada Semarang Gelar Pemeran Seni Bertajuk“INTUISI” Karya A Khafid

Eriksen juga piawai perihal mengeksekusi bola mati melalui umpan lambung, sedangkan dalam hal permainan direct pass Eriksen bisa melihat rekannya yang sudah berada di ruang kosong atau half-space.

Dibantu oleh Delaney dan Hojberg, lini tengah Denmark menjadi salah satu kekuatan terbaik di Piala Dunia 2022. Hojberg yang bermain sebagai gelandang pengangkut air jika berada dalam penampilan terbaiknya mampu melesakkan gol dari luar kotak pinalti.

Sedangkan Helaney yang berfungsi menjadi jembatan antar lini sebelum bola dialirkan ke Eriksen atau lebih diumpan kepada dua penyerang sayap Denmark.

Yang harus diwaspadai pertahanan Tunisia, kemampuan 2 penyerang sayap Denmark dalam hal kecepatan juga menjadi catatan tetapi ada keuntungan untuk Tunisia.

Dua inverted winger ini jarang melakukan cut insiden mereka lebih nyaman bermain rapat dengan Eriksen sebagai fungsinya atau mengirim umpan lambung kepada Dolberg.

Kedua penyerang sayap ini juga sering dibantu 2 bek sayap tim dinamit dalam skema membangun serangan melalui sayap. Penempatan posisi kedua inverted ataupun bek jelas diwaspadai terutama Damsgard yang pintar mencari ruang kosong ditambah mempunyai keunggulan juga melalui tendangan keras ataupun bola mati di luar kotak pinalti.

Baca Juga:  Siswa TK di Temanggung Mulai Dikenalkan Mitigasi

Tim Dinamit lebih cenderung memainkan sepakbola Eropa dengan kultur permainan sederhana, jarang melakukan serangan balik cepat tetapi pintar dalam memanfaatkan peluang yang berujung sebuah gol.

Sedangkan Tunisia yang diasuh Jalel Kadri lebih berfokus pada lini tengah dan tentunya berharap dengan kehadiran strikernya yang moncer di Liga Perancis Wahbi Khazri.

Untuk meredam efektivitas permainan Denmark, Tunisia akan mencoba meniru permainan Denmark. Sama-sama menerapkan mid-block dan lini tengah akan coba dikuasai dengan menutup pergerakan Eriksen dan memaksa Delaney untuk mundur dari final 3rd.

Dua penyerang Denmark akan coba ditutup dengan 2 pergerakan bek sayapnya dibantu dari pemain lini tengah agar tidak terlalu rapat dengan striker mereka atau mematikan gerak agar lebih cenderung bermain ke tengah.

Tetapi ada satu hal yang patut diwaspadai jika pertahanan ini berhasil adalah pergerakan inverted wingernya yang kemungkinan akan memilih opsi diagonal run untuk membuka ruang bagi gelandang Denmark masuk ke dalam kotak pinalti.

Tunisia mungkin akan berharap hasil seri lebih bagus karena meladeni permainan khas Eropa juga dibutuhkan stamina dan fisik, Denmark untuk hal ini sangat unggul.

Target kemenangan jelas akan membuat motivasi Denmark untuk laga selanjutnya mengingat tim dinamit diunggulkan untuk lolos menemani Perancis di Grup D.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!