Dasar Penanggulangan Bencana Wajib Dikuasai Relawan Kebencanaan

SEMARANG [Berlianmedia]– Para relawan yang ingin terlibat dalam penanggulangan bencana, diwajibkan memahami dasar-dasar kebencanaan sebelum turun ke lapangan.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Ngaliyan, Cucun Supredi, S.Sos., di acara Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarcab kota Semarang

Acara Sosialisasi Kebencanaan dan Pembentukan Relawan Tanggap Bencana, digelar Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Semarang, berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Ngaliyan, Minggu (19/10).

Menurut Cucun, relawan harus memahami peran dan tugas sesuai Perka BNPB Nomor 17 Tahun 2011, tentang Peran Relawan dalam Penanggulangan Bencana.

“Ada 26 keahlian yang perlu dimiliki relawan. Selain itu, mereka juga harus memahami siklus kebencanaan, mulai dari pra bencana, tanggap darurat hingga pasca bencana,” ujar Cucun pada wartawan Minggu 19 Oktober 2025

Baca Juga:  Sanggah Banding Mengambang, Masyarakat Dirugikan Proyek Pengaspalan Tak Jalan

Materi Penanggulangan Bencana

Materi lain yang disampaikan di kegiatan yang diikuti 65 peserta, dari 16 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kota Semarang itu mencakup, UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta Juknis SKPDB Nomor 10 Tahun 2023 terkait pembentukan posko komando dan posko pembantu.

Cucun berharap, kegiatan itu menjadi bekal bagi calon relawan, khususnya kader Pramuka Peduli di tingkat ranting.

“Semoga para relawan terus belajar, menjalin komunikasi dengan organisasi kebencanaan, dan bersama-sama memahami disaster management. Ilmu ini akan sangat berguna saat bertugas di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pramuka Peduli (Pramuli) Kwartir Cabang Kota Semarang Doni Sektiono menegaskan bahwa Pramuli tidak hanya bergerak dalam penanggulangan bencana.

Baca Juga:  PSIS Semarang Resmi Akhiri Kerjasama Dengan Pelatih Fisik

“Pramuka Peduli bukan hanya urusan bencana. Kami juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan seperti pengamanan saat Lebaran dan Natal, serta pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW),” jelasnya.

Doni menambahkan, pembentukan relawan di tingkat Kwarran menjadi langkah penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di setiap wilayah.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!