Cuaca Kota Semarang Hari Jum’at Awal Bulan Ini Relatif Panas Sejak Pagi
SEMARANG [Berlianmedia]- Cuaca di Kota Semarang pada Jumat, 1 Mei 2026, catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pola yang cukup kontras, panas terasa sejak pagi, disusul potensi badai petir pada siang hingga sore hari.
Sejak pagi, suhu udara berada di kisaran 29–32 derajat Celsius dengan kondisi sebagian besar berawan hingga cerah berawan. Namun, suhu yang dirasakan mencapai 35 derajat Celsius, menandakan tekanan panas yang cukup tinggi dan berpotensi memicu kelelahan serta dehidrasi.
Memasuki tengah hari, suhu diperkirakan mencapai puncaknya di angka 33 derajat Celsius. Pada periode ini, sekitar pukul 12.00 WIB, potensi badai petir tidak merata mulai muncul dengan peluang mencapai 40 persen. Kondisi ini menjadi tanda awal perubahan cuaca yang perlu diwaspadai.
Dinamika cuaca semakin meningkat pada pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB, di mana peluang badai petir kembali muncul bahkan meningkat hingga 50 persen. Hujan yang turun dapat disertai kilat dan angin, sehingga berisiko bagi aktivitas di ruang terbuka.
Memasuki sore hari, intensitas hujan cenderung menurun menjadi hujan ringan sekitar pukul 16.00 WIB, sebelum cuaca berangsur kembali berawan pada malam hari. Suhu udara perlahan turun ke kisaran 27–28 derajat Celsius, menghadirkan suasana yang lebih sejuk.
Dengan kelembapan mencapai 76 persen dan angin bertiup ringan sekitar 5 km per jam, udara terasa cukup lembap sepanjang hari.
Kondisi ini kembali menegaskan pola cuaca tropis yang dinamis: panas tinggi di siang hari menjadi pemicu terbentuknya awan hujan dan badai petir di sore hari. Artinya, cuaca cerah di pagi hari, tidak menjamin kondisi akan tetap stabil hingga malam.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan ini. Menghindari aktivitas berat saat puncak panas, serta menjauhi area terbuka saat potensi petir meningkat menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan.
Di tengah aktivitas Hari Buruh, kesiapan menghadapi cuaca menjadi bagian dari perlindungan diri. Karena dengan memahami pola cuaca, masyarakat dapat tetap beraktivitas secara aman, sehat, dan produktif di Kota Semarang.


