Cek Sawah Menjelang Panen, Petani Ambarawa Temukan Wanita Meninggal di Gubug
KABUPATEN SEMARANG [Berlianmedia]- Seorang petani warga Kelurahan Kupang Kecamatan Ambarawa Wagimin (67) terkejut, saat mendatangi petak sawah miliknya hendak mengecek sawah menjelang panen, menemukan seorang wanita sekitar paruh baya berada di gubug tengah sawah miliknya, Kamis (22/5).
Merasa penasaran, Wagimin langsung mendekat dan ternyata wanita tersebut dalam keadaan meninggal dunia.
“Tadinya pemilik sawah mengira wanita tersebut tidur di tengah sawah, namun setelah dicek bersama Joko (44) yang kebetulan juga sedang berada di sawah milik Joko, ternyata wanita tersebut dalam keadaan meninggal dunia. Atas kejadian tersebut, keduanya melaporkan ke Polsek Ambarawa.” Jelas Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy SIK. MSi, saat memberikan konfirmasi.
Dilokasi kejadian, Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti SH. MH, menambahkan, bahwa hasil pemeriksaan awal oleh pihak Inafis Polres Semarang, diketahui identitas korban TR (53), beralamat di Kelurahan Kupang Kecamatan Ambarawa.
“Korban merupakan warga Kupang Kecamatan Ambarawa, dan setelah identitas ditemukan, kami langsung menghubungi pihak keluarga,” ungkap Kapolsek.
Dari keterangan pihak Puskesmas Ambarawa dr. Fahmi, yang turut dalam pemeriksaan korban, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban meninggal diperkirakan sekitar 2 hari. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD dr. Gunawan mangunkusumo Ambarawa.
Anak kandung korban, yang datang ke RSUD menyampaikan, bahwa pada hari Senin lalu (19/5), korban sempat berkunjung ke rumahnya di daerah Kupang Kidul Kecamatan Ambarawa.
“Keterangan dari anak korban, pada Senin lalu korban sempat ke rumah anaknya di Kupang kidul dan itu terkahir anaknya bertemu korban. Anak korban juga menjelaskan bahwa korban hidup sndiri sedangkan suami atau bapaknya, sudah meninggal sekitar 5 tahun lalu,” imbuh Kapolsek.
Masih menurut keterangan anak korban, bahwa korban yang sehari hari bekerja mencari barang bekas atau rosok ini, mempunyai riwayat sakit Jantung dan Diabetes.
“Atas kejadian ini anak korban menerima atas meninggalnya TR, dan membuat surat pernyataan menolak dilakukan Autopsi selanjutnya untuk dapat segera dimakamkan,” pungkas AKP Ririh.


