Cara Ganjar Tangani Kemiskinan, Gandeng Perusahaan dan Buka 800 Lowongan

PEMALANG[Berlianmedia] – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berupaya menangani kemiskinan ekstrem, mengingat  kemiskinan ekstrem diukur dari pengeluaran mereka di bawah Rp400.000 per bulan.

Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, mereka yang masuk kategori miskin ekstrem dikarenakan tidak bekerja. Oleh karena itu, untuk menggenjot pengeluaran mereka agar tidak masuk kategori miskin ekstrem, butuh adanya lapangan kerja.

Hal itu disampaikan Ganjar dalam pelaksanaan koordinasi percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Pendapa Kabupaten Pemalang, Selasa (24/1). Menurutnya, ada dua wilayah di bagian barat pantura Jateng yang perlu perhatian lebih soal kemiskinan, yakni Pemalang dan Brebes.

Ganjar mendapatkan solusi agar warga miskin bisa cepat mendapatkan pekerjaan yaitu berkomunikasi dengan perusahaan di daerah setempat. Hasilnya, perusahaan mau menerima masyarakat miskin untuk bekerja, bahkan yang tidak punya skill sekalipun. Di Pemalang langsung ada sekitar 800 lowongan pekerjaan yang diharapkan bisa diisi warga yang masuk kategori miskin ekstrem tersebut.

Baca Juga:  Cegah LSD, Pemkab Sragen Suntikkan 4.000 Dosis Vaksin ke Ternak Sapi

Meski perusahaan mau menerima masyarakat yang tak punya skill, namun Ganjar tak ingin itu dilakukan. Dia ingin warganya punya skill sehingga bisa diterima bekerja karena kemampuannya yang mumpuni. Oleh karena itu, lanjutnya, Pemprov Jateng menyediakan pelatihan. Setelah itu, pihaknya menggandeng perusahaan agar menerima warga yang masuk kategori miskin ekstrem.

Ganjar menambahkan, pihaknya mulai mendorong kepada seluruh pemkab/pemkot sampai tingkat desa agar mendata untuk memastikan ke warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem dan kemiskinan yang tidak ekstrem. Jika perlu diintervensi, pemerintah punya gambaran intervensi apa yang akan diberikan.

Apakah sudah ada sumber keuangannya atau belum, jika belum maka bisa menggunakan CSR, Baznas, atau dari pihak lain. Termasuk soal pendidikan dari anak yang tidak sekolah, Ganjar siap memaksimalkan SMKN Jateng sebagai solusi agar anak-anak tersebut bisa sekolah.

Baca Juga:  Ganjar Jalan Kaki Ikuti Kirab Pusaka Dalem Mangkunegaran

“Karena sekolah dibutuhkan mereka yang rata-rata salah satu indikator kemiskinan adalah sekolah. Maka saya minta, cari orangnya, dengan tanda petik, harus berangkat ke sekolah, kita memberikan fasilitas. Mudah-mudahan dari SMK Jateng itu kan ada tiga sekarang, tambah 15 kan ada 18. Bisa kita titipkan sana-sini,” tutur Ganjar.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menambahkan, kemiskinan itu bukan masalah fisik tapi juga masalah mental.

“Tapi lebih dari itu, kemiskinan itu selesai kalau punya pendapatan. Caranya, tadi pak Gubernur menyampaikan, saya selaku Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng kami mendata, industri di seputaran kabupaten yang ekstrem itu sudah kita ajak bicara,” ujar Sujarwanto di lokasi kegiatan.

Hasilnya, lanjutnya, pemerintah berusaha agar perusahaan memprioritaskan afirmasi tenaga kerjanya adalah mereka dari kalangan miskin ekstrem.

Baca Juga:  Ketua SPSI Provinsi Jawa Tengah Tegaskan Penerapan K3 Wajib Hukumnya

“Pemalang saja dengan cepat sudah ada, dapat 800 lowongan yang dapat dimasuki dari warga miskin. Cara-cara seperti itulah percepatan akan terjadi, dan pak Gubernur meminta kreativitas ditingkatkan, di tingkat desa dan melibatkan banyak pihak,” tuturnya.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!