Brasil Bakal Tunjukkan Kualitasnya Layak Calon Juara Piala Dunia
SEMARANG[Berlianmedia] – Tumbangnya Argentina dalam laga pertama saat bertemu Arab Saudi memberikan motivasi tersendiri bagi Brasil. Calon juara Piala Dunia ini tentunya juga tidak ingin mengikuti jejak Argentina dalam laga pertama Piala Dunia 2022.
Brasil yang berada di Grup H akan melawan Serbia pada Jumat (25/11) pukul 02.00 WIB di Stadion Lusail. Tim Samba sedang dalam performa terbaiknya begitupun juga Serbia.
Pelatih Brasil Tite sempat mendapatkan kritikan keras karena tidak membawa Roberto Firmino yang sedang dalam performa bagus di Liga Inggris bersama Liverpool FC. Ditambah Tite juga masih memakai jasa Dani Alves untuk menempati posisi bek kanan di Piala Dunia 2022.
Sedangkan Serbia sendiri berangkat ke Qatar dengan membawa skuad terbaiknya termasuk para pemainnya yang berlaga di kompetisi sepakbola di klub-klub Eropa.
Rekor pertemuan kedua tim dari 2 pertandingan dimenangkan oleh Brasil. Pertemuan terakhir juga terjadi di event Piala Dunia 2018 dimana Brasil menang dengan skor 2-0.
Dalam lima pertandingan terakhirnya lini depan Brasil menjadi momok menakutkan dengan mencetak 18 gol dan Cuma kebobolan 2 gol. Laga ujicoba terakhir melawan Tunisia pada tanggal 28 September Brasil menggilas Tunisia dengan skor 5-1.
Serbia sendiri dalam 5 pertandingan terakhirnya juga meraih 4 kemenangan dan sekali seri saat bertemu Slovenia. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-2.
Tite akan memainkan formasi 4-2-3-1 dan bisa bertransformasi menjadi 4-3-3. Pelatih Serbia Dragan Stojkovic kembali akan bermain dengan 3 bek dalam skema 3-4-2-1 atau memakai 3-4-3. Formasi terakhir adalah optional saat memainkan transisi serangan balik.
Kedalaman skuad yang merata di setiap posisi membuat Tite unggul atas Serbia. Lini belakang yang akan ditempati Thiago Silva dan Eder Militao sangat kokoh dan bermain taktis. Atau kemungkinan Marquinhos juga bisa mengisi line up pertama berduet dengan Silva yang mempunyai kemampuan sama.
Untuk lini tengah Brasil akan memainkan double pivot yang kemungkinan diisi oleh Casemiro dan Fred . Kapasitas Casemiro sebagai gelandang bertahan sudah tidak dapat dipungkiri. Bermain lugas dan taktis adalah ciri khasnya.
Skema Brasil justru akan terletak pada Fred yang menempati gelandang box to box bersama Paqueta sebagai gelandang serang yang akan mencoba menguasai lini tengah dengan men delay permainan ataupun melakukan serangan cepat untuk diarahkan ke sektor flank.
Lini depan Brasil dari sektor flank ataupun memainkan striker tunggal diisi oleh pemain berkelas dunia semua. Ada Neymar yang pintar membuka ruang bahkan melakukan dribble untuk melewati pemain belakang Serbia.
Sedangkan Rapinha dan Vinicius akan coba mengisi sektor flank dengan mengandalkan kecepatan ataupun memberikan terobosan kepada gelandang serangnya untuk masuk ke wilayah final 3rd. Dan opsi bermain false nine kemungkinan akan dijalankan oleh Brasil.
Tanpa striker murni bernomor 9 Brasil akan mencoba menarik lini pertahanan Serbia hingga naik terpancing hingga tercipta half-space. Disitulah nanti penyerang sayap Brasil akan masuk dengan kemampuan kecepatan dan dribblenya. Hal ini patut diwaspadai oleh Serbia jika tidak ingin kebobolan terlebih dahulu.
Dragan Stojkovic sendiri pelatih Serbia akan coba memperkuat lini tengah timnya dengan menempatkan gelandang yang mengandalkan fisik dan mencoba memainkan tempo lambat jika menguasai bola ditengah lapangan.
Opsi ini untuk mengurangi determinasi para pemain Brasil yang akan memainkan tempo cepat dengan satu dua sentuhan. Memainkan 3 bek sebenarnya cukup riskan untuk Serbia kecuali tidak bermain keluar dari posisinya dan tidak mudah terpancing oleh pemain depan Brasil yang akan mencoba menarik keluar.
Dua gelandang serang Serbia akan menjadi tumpuan dan kekuatan untuk melakukan proses penyerangan entah melalui transisi dari lini belakang atau serangan melalui fast break.
Serbia juga akan memanfaatkan keunggulan tinggi badan pemainnya untuk memaksimalkan set piece melalui tendangan bebas ataupun tendangan sudut.
Tempo permainan dalam pertandingan ini akan naik turun pastinya, Brasil yang menginginkan permainan cepat akan coba diperlambat oleh Serbia yang lebih nyaman dengan memainkan sepakbola lambat saat menyerang.
Keunggulan Brasil dalam skill individu pemainnya akan dimaksimalkan sedangkan Serbia akan mencoba low press atau mid-block saat berhadapan satu lawan satu dengan pemain Brasil.
Dan Serbia akan memaksimalkan untuk tidak berfokus pada satu orang pemain Brasil saja, dengan fisik yang kuat Serbia akan menghentikan permainan satu dua sentuhan yang menjadi ciri khas Brasil.


