Bolone Mase di Kota Semarang Tetap Solid Berkarya untuk Masyarakat

SEMARANG [Berlianmedia]– Relawan Bolone Mase di Semarang menegaskan bahwa soliditas organisasi tetap terjaga sejak pasca Pemilihan Presiden hingga saat ini.

Berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat terus dijalankan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil sekaligus dukungan terhadap program pemerintah.

Koordinator relawan Bolone Mase Kota Semarang, Fauzi Ardiansyah mengatakan, bahwa komunikasi dan silaturahmi antar relawan masih terus berjalan hingga tingkat koordinator kecamatan (korcam) dan koordinator kelurahan (korkel).

“Sejak pasca Pilpres sampai hari ini kami masih terus menjalin silaturahmi dengan seluruh korcam dan korkel. Teman-teman juga masih aktif berkegiatan sosial. Ini menunjukkan bahwa Bolone Mase di Kota Semarang masih sangat solid,” ujarnya di sela-sela kegiatan silaturahmi dan konsolidasi relawan Bolone Mase yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/3).

Baca Juga:  Plt Kesbangpol Kota Semarang,Yudi : Ormas Award 2024 Pihaknya Siap Memfasilitasi

Menurutnya, semangat kebersamaan para relawan terlihat dari kesediaan mereka menyisihkan waktu, tenaga bahkan sebagian rezeki pribadi untuk membantu masyarakat.

Bolone Mase berfoto bersama Koordinator Nasional dan Koordinator Semarang usai silaturahmi dan konsolidasi relawan Bolone Mase yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/3). Foto : Absa

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut berasal dari inisiatif relawan, yang menyisihkan sebagian hasil usaha mereka, seperti dari penjualan sayur maupun usaha kecil lainnya.

“Teman-teman menyisihkan sedikit dari usaha mereka untuk kegiatan sosial. Jadi walaupun sederhana, kegiatan berbagi ini hampir setiap bulan dilakukan. Yang penting kepedulian kepada masyarakat tetap hidup,” jelasnya.

Selain kegiatan sosial, koordinasi antar relawan juga terus dilakukan secara rutin, baik melalui pertemuan langsung maupun melalui komunikasi daring. Minimal setiap bulan dilakukan koordinasi agar kegiatan tetap berjalan dan hubungan antar relawan tetap terjaga.

Baca Juga:  Polri Instruksikan Seluruh Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

Dalam menjalankan program, Bolone Mase Kota Semarang juga menyesuaikan dengan kondisi wilayah perkotaan. Karena keterbatasan lahan untuk pertanian, kegiatan lebih diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, relawan juga tengah mengupayakan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Tambak Lorok. Program ini digagas untuk membantu nelayan agar lebih mudah memperoleh bahan bakar yang dibutuhkan saat melaut.
Program tersebut diinisiasi bersama tokoh nelayan setempat, yang selama ini aktif memperjuangkan kebutuhan para nelayan.

Saat ini rencana pembangunan SPBN tersebut masih menunggu izin prinsip dari Pertamina sebelum dapat direalisasikan.

“Kami berharap, pihak Pertamina dapat segera memberikan izin prinsip karena SPBN ini sangat dibutuhkan oleh para nelayan, khususnya di kawasan Tambak Lorok,” katanya.

Baca Juga:  Tiga Makna Kampanye Ganjar-Mahfud di Sabang dan Merauke

Lebih lanjut Fauzi menegaskan, bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan relawan Bolone Mase murni lahir dari kepedulian sosial. Tujuannya tidak lain untuk membantu masyarakat kecil, sekaligus mendukung keberhasilan program-program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harapan kami kegiatan ini bisa membantu masyarakat kecil. Semua yang dilakukan teman-teman relawan murni bentuk kepedulian. Kami ingin ikut menunjang dan menyukseskan program-program pemerintah agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!