Bidan Sidoharjo Terharu, Ganjar Sangat Peduli Dengan Polindes dan Kesehatan Bumil
BATANG[Berlianmedia] – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung merespon aduan dari seorang bidan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, bernama Sri Umiyati.
Aduan itu terkait kondisi Polindes dan kebutuhan beras fortifikasi untuk gizi masyarakat, khususnya ibu hamil.
Respons cepat Ganjar itu justru membuat Sri Umiyati terharu dan membuatnya meneteskan air mata. Dia terharu lantaran Ganjar sangat peduli dengan Polindes dan kesehatan ibu hamil.
“Saya kan tinggal di Polindes, maaf (kondisi) Polindesnya mengenaskan, Pak. Saya terharu ada orang penting yang memperhatikan kondisi Polindes,” ujar Sri Umiyati saat berdialog dengan Ganjar secara daring dalam acara Musrenbangwil Petanglong Bregasmalang di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (15/3).
Sri Umiyati menuturkan, di Desa Sidoharjo terdapat 41 anak stunting. Jumlah tersebut turun 54% dari 2021. Upaya yang dilakukan untuk menurunkan stunting adalah memberikan sosialisasi, memberikan makan bergizi, serta edukasi kepada ibu hamil termasuk pemberian pil penambah darah.
“Kami masih membutuhkan susu dan beras fortifikasi. Beras fortifikasi itu kan banyak mengandung gizi, Pak. Untuk ibu hamil ada 21 orang, jumlah risti (risiko tinggi) ada 12 orang karena kurang energi kronis (KEK), hipertensi, penyakit penyerta, kehamilan lebih umur atau di atas 35 tahun, ada juga yang 17 tahun sudah hamil. Kalau AKI-AKB nihil,” tuturnya.
Selain memberikan bantuan renovasi polindes, Ganjar juga akan mengirim mobil sampah untuk Desa Sidoharjo. Itu setelah Kepala Desa Sidoharjo Muhammad Mutokhin menyampaikan kebutuhan mobil sampah cukup penting supaya masyarakat tidak buang sampah sembarangan.
“Tiga persoalan utama di Desa Sidoharjo itu ada RTLH sekitar 242 rumah, stunting, dan warga tidak mampu tidak tercover BPJS. Kami juga membutuhkan mobil sampah biar warga tidak buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Menanggapi aduan dari bidan desa dan kepala desa itu, Ganjar dengan cepat meminta jajarannya agar melihat kondisi Polindes Sidoharjo untuk direnovasi. Bahkan meminta juga agar beras fortifikasi dan mobil sampah segera dikirimkan.
“Oke nanti biar dilihat Polindesnya dan dibangun. Beras fortifikasi dan mobil sampah nanti saya kirim ke sana,” tutur Ganjar.
Dia mengatakan, pihaknya butuh mendengarkan masyarakat secara langsung untuk mengetahui permasalahan di masyarakat, kemudian membuat kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. Kebutuhan disabilitas, isu perempuan dan anak, stunting, AKI-AKB, dan ibu hamil juga menjadi perhatian dalam musrenbang.
“Ada yang sebenarnya bisa kita tangani dengan cepat kok. Maka kalau kemudian itu bisa kami tangani cepat ya sudah kami lakukan sendiri saja, kan saya punya akses-akses yang sebenarnya bisa digunakan. Maka saya senang kalau ada orang yang bersemangat, punya prestasi, dan ada kendala kami bisa mengatasi, karena itu tidak terlalu sulit. Uangnya juga nggak terlalu mahal. Itu bisa kami lakukan,” ujar Ganjar.


