Direksi Baru PDAM Tirta Moedal Targetkan 250 Ribu Pelanggan, Fokus Optimalkan SPAM dan Kurangi Kebocoran

SEMARANG [Berlianmedia]— Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang yang baru, Ady Setiawan, menargetkan peningkatan jumlah pelanggan dari sekitar 203.000, menjadi 250.000 pelanggan hingga akhir masa jabatannya.

Target tersebut akan dikejar melalui penambahan sekitar 10.000 pelanggan baru setiap tahun, selama kurun waktu masa jabatannya.

Hal itu disampaikan Direktur Utama, yang akrab disapa Mas Wawa, usai dilantik secara resmi oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, bersama Yulianto Prabowo sebagai Direktur Umum, di Kantor PDAM Tirta Moedal, Rabu (7/1).

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, Ady Setiawan juga menyatakan komitmennya, untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan menitikberatkan pada efisiensi teknis, perbaikan layanan pelanggan, serta pelestarian lingkungan.

“Penanganan pengaduan pelanggan secara cepat dan responsif menjadi prioritas jangka pendek, disertai upaya efisiensi biaya operasional untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Ady.

Baca Juga:  Rumah Apung Tambaklorok Diserah Terimakan dari KemenPUPR, Mbak Ita Minta Warga Ikut Merawat dan Manfaatkan

Ia juga menyoroti masih tingginya tingkat kebocoran air atau non-revenue water (NRW), yang mencapai sekitar 42 persen. Untuk menekan angka tersebut, PDAM akan melakukan pembenahan menyeluruh melalui pendekatan administratif, komersial, dan teknis, termasuk penertiban sambungan ilegal, pembenahan sistem meter air, pembangunan District Meter Area (DMA) serta penggantian pipa-pipa tua.

Terkait tingginya penggunaan air tanah yang berdampak pada penurunan muka tanah di Kota Semarang, Ady menegaskan, PDAM siap mendukung penegakan Perda Pengendalian Air Tanah. Dukungan tersebut dilakukan dengan mempercepat ketersediaan suplai air bersih, melalui optimalisasi SPAM Semarang Barat dan pengembangan SPAM Semarang Timur.

Emban Tugas Strategis

Dalam sambutannya, Wali Kota Agustina menegaskan, bahwa jajaran direksi baru mengemban tugas strategis dan tidak ringan, terutama dalam menyelesaikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat, yang hingga kini belum berjalan optimal. Selain itu, PDAM juga diminta segera mempersiapkan pengembangan SPAM Semarang Timur guna memperluas jangkauan layanan air bersih.

Baca Juga:  Quick Count DPD RI Jateng, Taj Yasin Unggul

“SPAM Semarang Barat saat ini belum lancar. Harapannya bisa segera dimaksimalkan, sembari memulai SPAM Semarang Timur agar jaringan layanan air bersih ke masyarakat bisa bertambah,” ujar Agustina.

Selain penyediaan air minum, PDAM Tirta Moedal juga akan dilibatkan dalam program bantuan Asian Development Bank (ADB), berupa pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT).

Menurut Agustina, tantangan ke depan bukan hanya menambah suplai air, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan yang selama ini dinilai belum maksimal.

Agustina juga menyinggung rencana kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait pembatasan penggunaan air tanah melalui Peraturan Daerah. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi PDAM untuk memperluas layanan air bersih ke berbagai segmen masyarakat.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!