Berkat Anak Korban, Aksi Pembunuhan Dukun Pengganda Uang Terungkap

SEMARANG[Berlianmedia] – Aparat Kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan jumlah korban sebanyak 12 orang.

Pembunuhan dilakukan oleh Slamet Tohari (45) warga asal Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara yang mengaku mampu mengandakan uang

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfie mengungkapkan awal mula pengungkapan kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka Slamet Tohari.

“Sebelum dinyatakan hilang, salah satu korban Pariyanto  sempat mengirim pesan WhatsApp kepada pihak keluarga supaya anaknya datang ke rumah Slamet bersama aparat jika ia tidak ada kabar selama beberapa hari,” ujar Kapolda di Mapolda Jateng, Rabu( 5/3)

Adapun bunyi pesan yang dikirim korban Pariyanto yakni  “Ini dirumahnya Pak Slamet Tohari, kalau ada apa apa, hari minggu ayah tidak kembali tolong cari saya dengan aparat dirumahnya Pak Slamet Tohari,” bunyi pesan yang diutarakan Kapolda.

Baca Juga:  Hadiah Istimewa Anak-Anak Sekolah Untuk Perpisahan Ganjar

Setelah mendapat pesan tersebut, pihak keluarga pun tidak mendapat kabar apapun setelah kerabatnya itu mendatangi rumah Slamet. Pihak keluarga kemudian melapor ke Polres Banjarnegara pada Senin (27/3).

Atas laporan tersebut Polres Banjarnegara melakukan  penyelidikan dan menangkap Slamet Tohari alias Mbah Slamet.

Untuk korban Paryanto ditemukan terkubur di dekat jalan setapak menuju hutan di Wanayasa pada Sabtu (1/4).

Dari hasil intrograsi Polisi, tersangka awalnya mengaku telah membunuh lima orang lainnya dan mengubur di sekitar lokasi kejadian, jalan setapak Dusun Gulem Banjarnegara.

“Awalnya dia mengaku lima setelah kita bongkar di situ kita temukan 9 mayat, dan terakhir kemarin malem kita bongkar lagi ada dua. Jadi semua ada 12 mayat yang telah kita bongkar”, ujar Kapolda.

Baca Juga:  Hasil Klarifikasi Manajemen Persib Dan Panpel Persib Ke PT LIB

Untuk mengidentifikasi para korban, Polisi telah membentuk tim Disaster Victim Identification (DVI) Hingga kini baru satu mayat yang berhasil diidentifikasi, sementara yang lain masih dalam penyelidikan petugas

“Kita telah membentuk tim DVI yang dipimpin oleh Kabid dokkes di mana hasil pengungkapan DVI satu mayat atas nama Paryanto sudah bisa kita identifikasi. 9 mayat belum teridentifikasi,” ujarnya.

Dari 9 korban yang belum teridentifikasi terdiri 6 laki-laki dan 3 perempuan yang rata-rata (laki-laki) umur 40 dan 50 tahun. Dan tiga perempuan umur sekitar 25 dan 35 tahun.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!