AM Jumai Kritik Pernyataan Cholil Nafis: Bisa Memecah Belah Umat Islam, Minta Dewasa dalam Menyikapi Perbedaan
SEMARANG[Berlianmedia] – Pernyataan dari Cholil Nafis yang mengharamkan perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri antara umat Islam khususnya warga Muhammadiyah dan pemerintah mendapat kritikan keras dari AM Jumai, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.
Menurut Jumai, pernyataan tersebut berpotensi memecah belah umat dan bertentangan dengan nilai-nilai toleransi yang sudah lama terjaga di Indonesia.
AM Jumai menegaskan bahwa perbedaan dalam menentukan awal Syawal, baik melalui metode hisab maupun rukyat, bukanlah hal baru dalam tradisi Islam di tanah air. Justru, perbedaan ini harus disikapi dengan sikap dewasa dan bijaksana, mengingat ijtihad dalam persoalan ini sudah menjadi ruang untuk perbedaan yang sah.
“Pernyataan yang cenderung menghakimi umat Islam khususnya warga Muhammadiyah yang berbeda pendapat dapat memicu ketegangan yang tidak perlu. Islam sejatinya mengajarkan untuk menghargai perbedaan dan menjaga ukhuwah Islamiyah,” ungkap AM Jumai.
Dalam konteks ini, Jumai menekankan bahwa para ulama dan tokoh agama harus menjadi penyejuk bagi umat, bukan malah memicu konflik yang merugikan. Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman bahwa perbedaan dalam penetapan hari raya adalah masalah fiqh yang sah dan tidak boleh dipaksakan.
Jumai berharap umat Islam di Indonesia dapat lebih bijak dalam menghadapi perbedaan, menjaga persatuan, dan terus memperkokoh keberagaman yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia


