AM Juma’i: Dai Perekat Kerukunan di Kota Semarang
SEMARANG [Berlianmedia]— Di tengah dinamika sosial dan politik kota besar, kehadiran tokoh yang mampu menjembatani perbedaan sangat dibutuhkan. Kota Semarang sebagai kota multikultural memerlukan figur yang tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga aktif merawat dialog dan kebersamaan masyarakat.
Salah satu sosok yang dikenal menjalankan peran tersebut adalah Dr. H. KRAT. AM Juma’i, SE., MM. Ia dikenal sebagai dai sekaligus tokoh organisasi yang aktif membangun komunikasi lintas agama dan lintas komunitas di Kota Semarang.
Saat menjadi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang periode 2020–2025, AM Juma’i pernah menggagas forum silaturahmi antara para calon wali kota dan wakil wali kota dengan pengurus FKUB. Tujuannya adalah membangun komitmen moral agar proses demokrasi tetap menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama.
Meski sempat memunculkan perbedaan pandangan di internal FKUB, gagasan tersebut akhirnya disepakati dan dilaksanakan melalui pertemuan dialog dengan para calon wali kota di kantor FKUB. Forum itu menjadi ruang komunikasi penting untuk menegaskan komitmen bersama menjaga toleransi dan persatuan di tengah masyarakat.
Selain melalui FKUB, AM Juma’i juga memfasilitasi silaturahmi calon pemimpin daerah dengan masyarakat melalui pertemuan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Semarang.
Dalam aktivitas organisasi, AM Juma’i dipercaya memegang berbagai amanah, di antaranya sebagai Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Ketua Lembaga Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, serta Penasehat Dai Kamtibmas Polrestabes Semarang.
Di tengah kesibukan organisasi, ia tetap aktif berdakwah sebagai khotib dan penceramah di berbagai masjid, seperti Masjid Al Hidayah Polrestabes Semarang, Masjid Al Kusuf Balaikota Semarang, Masjid Pomdam IV Diponegoro, hingga Masjid Agung Jawa Tengah. Ia juga sering mengisi pengajian di masjid-masjid yang dikelola Nahdlatul Ulama maupun komunitas masyarakat lainnya.
Lahir di Semarang pada 25 November 1978, AM Juma’i menempuh pendidikan hingga meraih gelar doktor di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Sejak muda ia aktif sebagai kader Muhammadiyah dan berkembang menjadi tokoh dakwah komunitas.
Dedikasinya bahkan pernah mendapat penghargaan nasional sebagai Dai Komunitas Inspiratif dan Penggerak Terbaik dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Melalui dakwah yang merangkul dan komunikasi yang terbuka, AM Juma’i terus mendorong masyarakat menjaga kerukunan dan kebersamaan. Baginya, kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kehidupan sosial yang rukun, toleran, dan berkeadaban. [Red.MSar]


