Akankah The Three Lions Pesta Gol Ke Gawang Iran?

SEMARANG[Berlianmedia] – Timnas Inggris yang berada di Grup B akan melakoni pertandingan pertama Piala Dunia 2022 melawan Iran di Stadion Khalifa, Senin (21/11) pukul 20.00 wib.

Duel ini akan menjadi pertemuan pertama kedua tim di ajang resmi. Tentunya kedua tim sangat buta akan kekuatan lawan masing-masing.

Inggris sendiri sedang mengalami tren buruk dalam enam pertandingan terakhirnya ditambah beberapa pemain cidera dan tidak bisa memperkuat timnya di Piala Dunia 2022. Tetapi diberkati dengan skuad yang mumpuni di segala lini tentunya Inggris akan bangkit di pertandingan pertama Piala Dunia 2022.

Skuad asuhan Gareth Southgate tentunya membutuhkan kreativitas dan organisasi pertahanan yang padu. The three lions akan mencoba menghapus penampilan buruknya dalam ajang Nations League yang tidak pernah menang sama sekali di Piala Dunia ini.

Iran sendiri yang ditukangi oleh Carlos Queiroz saat ini menjadi tim dengan peringkat terendah diantaranya 4 kontestan di Grup B. Tetapi Iran tidak boleh diremehkan dalam beberapa bulan terakhir Iran menjelma menjadi sebuah tim yang tidak bisa diremehkan.

Tim Melli memenangkan 15 dari 20 pertandingan terakhirnya dalam semua kompetisi. Mereka hanya kalah 2 kali dalam kurun 3 tahun terakhir. Bahkan Uruguay sempat dikalahkan dalam pertandingan persahabatan beberapa bulan kemarin, tentunya ini tidak bisa diabaikan oleh Inggris.

Baca Juga:  Pelaku UMKM Kudus Terima Bantuan Untuk Bangkitkan Ekonomi

The Three Lions akan mencoba memainkan formasi 3-4-3 dengan komposisi bek tengah yang dipimpin oleh Harry Maguire. Meski performa Maguire saat ini bersama klubnya lagi berada di fase titik rendah tetapi Southgate percaya akan kemampuannya untuk menjaga lini pertahanan.

Yang paling ditunggu adalah performa Jude Bellingham di lini tengah Inggris, moncer bersama klubnya Borussia Dortmund Jerman, duet Jude dan Declan Rice akan dicoba untuk pertama kali di ajang resmi.

Kemampuan Rice sebagai gelandang bertahan sekaligus jembatan antara lini belakang dan lini depan tidak patut diragukan lagi. Sedangkan Jude kemungkinan akan bermain sebagai free role, kemampuannya untuk menusuk sampai ke kotak pinalti lawan ataupun membuat umpan kejutan patut diwaspadai oleh Iran.

Terutama pergerakannya untuk menarik bek lawan keluar dari zonanya dan pastinya pergerakannya juga akan dibantu oleh 2 inverted winger Inggris yang akan ditempati oleh Sterling dan Foden. Kedua penyerang sayap ini akan coba dioptimalkan Inggris dengan bermain lebih cut inside.

Sedangkan untuk kedua bek sayap akan lebih fokus melakukan serangan melalui umpan lambung atau satu dua kali sentuhan dengan 2 inverted winger Inggris. Yang patut menjadi catatan bagi Iran adalah Inggris akan mengincar gol melalui set piece. Inggris akan coba memanfaatkan keunggulan dalam hal bola mati.

Baca Juga:  Sido Muncul Kembali Berikan Bantuan Rp200 Juta Untuk Anak Stunting

Selain itu pergerakan Harry Kane sebagai goal getter akan lebih menjadi pemancing untuk membuat bek lawan keluar dari zonanya disaat itulah fungsi 2 inverted winger atau Jude akan masuk di sisi titik buta pertahanan dan mencari ruang kosong di pertahanan Iran.

Iran sendiri akan mencoba memainkan formasi 4-5-1 yang bisa berubah ke 4-2-3-1. Penumpukan sektor lini tengah akan dicoba Iran untuk mematikan proses build up Inggris dari lini belakang hingga ke lini depan.

Mematikan Jude untuk lebih berada hanya di sekitar garis tengah pertandingan akan dicoba dan memaksa 2 penyerang sayap Inggris untuk terlalu maju menjemput bola akan coba dikembangkan oleh Iran.

Yang patut diwaspadai adalah jika taktik itu berhasil tentunya Inggris akan coba memilih opsi dengan memainkan kedua bek sayapnya mencoba menjadi inverted ataupun melakukan diagonal run untuk membuka penumpukan pemain di lini tengah Iran.

Sedangkan untuk melakukan transisi serangan balik cepat Iran akan mencoba memanfaatkan sisi sayap kanan pertahanan Inggris yang kemungkinan akan lebih sering membantu serangan.

Dengan memanfaatkan sisi tersebut ditambah berharap 3 bek utama Inggris akan melakukan kesalahan fatal tentunya akan coba dimaksimalkan Iran untuk dikonversi menjadi gol.

Baca Juga:  Bazar Murah Warnai HUT TNI dan Kodam IV/Diponegoro di Semarang

Queiroz akan coba menguasai lini tengah dengan menempatkan 5 pemain tetapi jika melakukan serangan akan bermain menjadi 4-2-3-1 dengan opsi para pemainnya silih berganti bertukar posisi atau istilahnya change set.

Skema ini akan dicoba oleh Iran untuk memberikan tekanan dan menguasai sisi tengah dengan menempatkan 2 double pivot dan 1 gelandang box to box.

Tentunya jika strategi ini berhasil akankah Inggris bisa mencetak gol ataukah Inggris akan mengajak Iran untuk bermain dengan cepat dan tanpa ada delay dalam permainan nanti. Salah satu keunggulan yang akan coba dimanfaatkan Inggris adalah mencoba bermain taktikal dengan pressing tinggi dan memainkan tempo pertandingan agar tidak menjadi lambat.

Sedangkan keunggulan Iran non teknik dan harus benar-benar bisa dimanfaatkan adalah faktor iklim yang berada di Qatar. Keunggulan sebagai negara Asia akan adaptasi iklim yang sama akan coba dimanfaatkan oleh Iran selain faktor bukan tim unggulan.

Tentunya tekanan besar akan dihadapi oleh Inggris yang merupakan calon juara Piala Dunia 2022 di Qatar ini. Faktor non teknis ini sendiri harus benar-benar diperhatikan oleh Inggris akan bisa bermain dengan nyaman dan mengembangkan skema permainan secara baik.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!