Ekuador Berhasil Menumbangkan Qatar Dengan Skor 2-0
SEMARANG[Berlainmedia] – Laga pembuka Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Stadion Al Bayt MInggu (20/11) pukul 23.00 wib antara tuan rumah Qatar melawan Ekuador telah tuntas. Ekuador berhasil menumbangkan Qatar dengan skor 2-0. Kedua gol Ekuador diborong oleh penyerang berusia 33 tahun Enner Valencia pada menit 16’ dan menit 31’.
Dengan tumbangnya Qatar selaku tuan rumah di pertandingan pembuka Piala Dunia menjadi catatan tersendiri di sejarah Piala Dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia tim tuan rumah kalah di pertandingan pembukaan.
Jalannya Pertandingan
Qatar bermain dengan formasi 3-5-2 saat melakukan serangan kemudian bertransformasi menjadi 5-3-2 saat Ekuador melakukan serangan. Serangan Qatar melalui proses build up lebih condong bola dialirkan melalui kedua bek sayapnya ketimbang melakukan serangan melalui passing atau direct pass melalui lini tengahnya.
Sedangkan Ekuador bermain dengan formasi 4-4-2 tetapi berubah menjadi 4-2-3-1 saat melakukan formasi bertahan. Transisi ini sangat berhasil bahkan Ekudoar menerapkan high press yang membuat Qatar kewalahan ditambah bermain gugup di depan pendukungnya sendiri.
Ekuador seakan-akan memberikan pelajaran kepada Qatar bahwa tim yang mempunyai pengalaman berpartisipasi di ajang Piala Dunia dengan melalui babak kualifikasi sudah mempunyai mental yang terbentuk saat Piala Dunia sudah dimulai.
Babak 1 Ekuador yang percaya diri dengan mengambil keuntungan pertandingan ini secara mental memanfaatkan momentum tersebut. Qatar terlihat memikul beban karena sebagai tuan rumah tentunya berharap bisa mempersembahkan kemenangan.
Tetapi sejak menit pertama Ekuador langsung memberikan tekanan kepada Qatar. Bahkan pada menit ke-3, Enner Valencia sempat mengejutkan suporter tuan rumah. Dia mencetak gol sundulan yang memanfaatkan kelengahan bek Qatar.
Ekuador sempat melakukan selebrasi, tapi kemudian gol tersebut dianulir. Melihat tayangan ulang, salah satu pemain Ekuador, Michael Estrada terlihat berada di posisi offside ketika bola pertama kali dilambungkan ke kotak penalti.
Setelah itu Qatar jsutru bermain grogi dan tidak bisa kelaur dari tekanan timnya sendiri. Ada terlalu banyak salah umpan. Pergerakan pemain juga tampak tidak terlihat jelas dari posisinya.
Pada menit ke-16 akhirnya Valencia benar-benar mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil mengeksekusi tendangan pinalti. Ekuador mendapatkan hadiah penalti setelah kaki Valencia dijegal dengan tangan Saad Abdullah Al Sheeb.
Qatar nyaris kebobolan lagi di menit ke-19. Pervis Estupinan berhasil mengirim bola ke tengah kotak penalti lewat umpan silang, namun Michael Estrada tak bisa menyundul dengan baik dan bertabrakan dengan kiper lawan.
Meski sudah unggul 1-0 justru Ekuador kembali menekan Qatar terus menerus. Qatar yang bermain grogi membuat skema permainannya tidak berkembang bahkan para pemainnya terlalu banyak membuat kesalahan sendiri dan memaksa Qatar untuk terus bertahan.
Ekuador akhirnya bisa memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-31. Sebuah bola umpan silang dari Angelo Preciado disambar dengan sundulan Valancia.
Qatar masih tak bisa mengembangkan permainan sampai menit ke-40. Sekalinya mampu menguasai bola, anak asuh Felix Sanchez lebih banyak melakukan umpan-umpan di wilayah sendiri. Skor 2-0 untuk keunggulan Ekuador bertahan sampai turun minum.
Memasuki 10 menit awal babak kedua permainan Qatar masih tidak bisa berkembang dengan baik, Ekuador sempat memberikan tekanan kembali di 10 menit awal babak kedua.
Peluang emas didapat Ekuador pada menit ke-54. Romario Ibarra melepaskan tembakan dalam posisi yang sudah sangat dekat, tapi bola masih bisa ditepis oleh Al Sheeb.
Qatar bisa mengancam di menit ke-61 lewat Pedro Miguel. Dia menanduk bola dari umpan silang, namun arahnya masih sedikit menyamping dari target.
Sebuah tembakan dari luar kotak penalti dilepaskan Akram Afif pada menit ke-74. Bola yang dia lepaskan meluncur deras meski arahnya ke atas gawang.
Qatar terlihat terus memberikan tekanan di 10 menit akhir pertandingan tetapi Ekuador bermain disiplin dan lini pertahanan Ekuador cukup baik untuk meredam serangan Qatar.
Pada menit ke-85 Qatar nyaris mencetak gol. Bola tembakan voli Mohammed Muntari sedikit meleset dari target. Tak ada gol tambahan sepanjang babak kedua. Ekuador sukses mengalahkan Qatar 2-0.
Dengan kemenangan ini langkah Ekuador untuk lolos ke fase gugur semakin termotivasi. Sebagai catatan pertandingan berikutnya Ekuador akan melawan tim calon juara Piala Dunia Belanda Jumat (25/11) pukul 23.00 wib sedangkan Qatar akan menghadapi Senegal Jumat (25/11) pukul 20.00 wib.
Susunan Pemain
QATAR XI (5-3-2): Saad; Homam, Abdelkarim, Khoukhi, Bassam, Pedro; Karim, Aziz, Alhaydos (72′ Waad); Afif, Almoez (72′ Muntari)
Pelatih: Felix Sanchez (Spanyol)
EKUADOR XI (4-4-2): Galindez; Estupinan, Hincapie, Torres, Preciado; Ibarra (68′ Sarmiento), Caicedo (90′ Franco), Mendez, Plata; Estrada (90′ Rodriguez), Valencia (77′ Cifuentes)
Pelatih: Gustavo Alfaro (Argentina)


