Ratusan Warga Jateng Antusias Ikuti Program Magang Ke Jepang

SEMARANG[Berlianmedia] – Pemprov Jateng kembali memberangkatkan lebih dari 300 orang lebih untuk mengikuti program magang ke Jepang (2018-2019).  Tahun ini, program tersebut kembali digelar setelah vakum dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Sebanyak 275 orang yang telah lolos seleksi untuk kembali segera diberangkatkan ke Negeri Sakura untuk mengikuti progam magang kerja.

Seorang calon peserta program magang Abdul Rosyid menutrkan antusias untuk mengikuti magang itu. Dia menyebut keikutsertaannya untuk mengubah nasib dan mewujudkan asanya memunyai sebuah bengkel sepeda motor.

Ditemui saat seleksi fisik, pria asal Pemalang itu mengatakan mengetahui program ini dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Dari informasi tersebut dia kemudian memberanikan diri ikut seleksi.

“Cita-cita punya bengkel dan membuka usaha toko sembako.  Saudara saya juga pernah mengikuti magang ke Jepang ini juga, katanya kerja di Jepang itu nyaman. Dan itu sudah terbukti saudara saya sudah punya usaha dari upah magang di Jepang. Nah saya ingin kerja di sana untuk mengumpulkan modal,” ujarnya.

Baca Juga:  Jateng-Australia Perkuat Kerja Sama: Pendidikan, Ekonomi Hingga Bantuan Sarana Medis Untuk Karimunjawa

Sekretaris Disnakertrans Jateng Defransisco Dasilva Tavares menuturkan, program ini dibuka mulai Senin (10/10). Namun, rangkaian seleksi dan pelatihan serta pemberangkatan berjalan hingga awal 2023.

Dia menambahkan, program ini dikhususkan bagi warga ber-KTP Jawa Tengah. Fransisco menyebut, saat pendaftaran sebanyak 496 orang antusias mendaftarkan diri sementara mereka yang ikut seleksi ada 275 orang.

“Program magang ke Jepang ini diprioritaskan untuk orang kurang mampu, karena ini semua tahapan kan free (gratis) tidak ada pungutan apapun. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan jumlah orang miskin,” tuturnya, Senin (17/10).

Fransisco menambahkan, seleksi diselengarakan untuk memilih orang yang tepat guna mengikuti program magang. Ini terkait, dengan musim di Jepang dan budaya kerja yang sangat ketat.

Baca Juga:  Jawab Persoalan Gangster dan Kreak, Joko Joss Motivasi Generasi Muda Aktif di Organisasi

“Tes ini menggandeng Internasional Man Power Japan dan Kemenaker RI. Alasan ada tes ada empat musim, kalau tak terbiasa dan etos kerja di sana kan kenceng. Perlu semangat tinggi,” ujarnya.

Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertrans Jateng Masduqi mengatakan, selain tes fisik para peserta yang lolos juga akan dibekali bahasa dan budaya Jepang. Sedangkan jenis pekerjaan yang akan dilakukan meliputi berbagai bidang, mulai dari pekerja pabrik hingga jasa.

“Mereka akan kerja di berbagai sektor contohnya pertanian, konstruksi manufaktur, hingga care giver (perawat). Jadi di Jepang mereka akan bekerja selama 3 tahun,” tuturnya.

Menurutnya, selama persiapan peserta dibiayai oleh APBD Jateng, mulai dari penginapan, hingga pelatihan. Namun demikian, untuk biaya transportasi (pemberangkatan ke Jepang) dan pengecekan kesehatan ditanggung para peserta.

Baca Juga:  Bawaslu Demak Ingatkan KPU Soal Penyusunan Dapil

Pada tahun 2018 pekerja Jateng yang diberangkatkan ke Jepang mencapai 144 orang di tahap 1 dan 233 di tahap 2. Sementara, pada 2019 dari 185 orang yang lolos di tahap 1 separuhnya lebih diberangkatkan ke Jepang.

“Tes fisik pelatihan bahasa selama lebih kurang 10 bulan di Jateng. Jika lolos mereka kemudian difasilitasi Kementerian Tenaga Kerja sifatnya gratis. Pendaftaran dan pelatihan kita fasilitasi pelatihan di Jateng kita fasilitas,” ujarnya.

Terkait pola kerja, tutur Masduki, pekerja dari Jawa Tengah disukai oleh pemberi kerja di Jepang. Ini karena etos kerja dan tingkah laku yang baik.

“Sebulan paling tidak pekerja magang bisa mendapatkan upah Rp10 juta. Belum ditambah lembur. Tahun pertama belum ada lembur, tahun kedua ketiga sudah ada lembur,” tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!