Kesbangpol dan FKSB Kota Semarang Latih Ormas Cerdas Bermedia Sosial

SEMARANG[Berlianmedia] – Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang bersinergi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang menggelar Pelatihan Sosial Media bertema “Optimalisasi Peran Ormas dalam Literasi Digital dan Pengelolaan Media Sosial yang Mencerahkan”, Jumat (10/10) di ruang IT SMK Muhammadiyah 1 Semarang.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang. Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas ormas dalam mengelola informasi publik secara positif, produktif, dan beretika di era digital yang serba cepat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang Lukman Hakim, M.Pd, Ketua FKSB Kota Semarang Dr. AM Jumai, S.E., M.M., Kepala Diskominfo Kota Semarang Sunarto, M.Si, serta perwakilan sejumlah ormas lintas sektor.

Baca Juga:  SIDO Siapkan Strategi Untuk Genjot Pertumbuhan Pendapatan

Ketua FKSB Kota Semarang, Dr. AM Jumai,SE.MM menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen FKSB untuk memperkuat peran ormas dalam menjaga ruang digital yang sehat.

“Ormas harus hadir sebagai penyebar pesan kebaikan dan pencerahan di dunia maya. Media sosial bukan sekadar ruang ekspresi, tetapi juga sarana dakwah sosial dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota yang diwakili Kadiskominfo Kota Semarang, Sunarto, M.Si, menuturkan bahwa dunia kini bergerak cepat menuju digitalisasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci keberlanjutan.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Ormas bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama melalui pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial untuk memasarkan produk serta memperluas jaringan usaha,” jelasnya.

Menurut Sunarto, digitalisasi bukan sekadar memindahkan aktivitas ke internet, tetapi mengubah cara berpikir dalam membangun kepercayaan, mengelola informasi, dan menjaga reputasi di ruang publik digital.

Baca Juga:  Ringankan Beban Warga, Polres Demak Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 14 Kecamatan

“Teknologi hanyalah alat. Yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakannya untuk memperluas peluang, menumbuhkan solidaritas, dan meningkatkan kesejahteraan. Dengan semangat gotong royong, kita yakin Semarang akan menjadi kota yang tidak hanya tangguh secara digital, tetapi juga kuat secara sosial dan ekonomi,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi praktik pembuatan konten positif di media sosialsalah satunya Tik – Tok yang mendorong peserta untuk lebih kreatif dan inspiratif dalam menyampaikan pesan-pesan organisasi.

Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya polarisasi di ruang digital, pelatihan ini menjadi langkah kecil namun bermakna untuk menyiapkan ormas yang adaptif, cerdas, dan beretika di dunia maya. Melalui literasi digital, ormas diharapkan tak hanya aktif di lapa

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!