SOKRI, Cikal Bakal Organisasi Gerakan Koperasi Indonesia
JAKARTA [Berlianmedia]– Sejarah gerakan koperasi di Indonesia tak bisa dilepaskan dari berdirinya SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia). Organisasi ini menjadi tonggak awal pembentukan wadah resmi koperasi nasional, pasca Indonesia merdeka.
Terbentuk dari Kongres Koperasi Pertama
SOKRI didirikan dalam perhelatan Kongres Koperasi Indonesia pertama yang berlangsung pada 12 Juli 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kongres tersebut diselenggarakan, sebagai respons atas semangat membangun ekonomi kerakyatan setelah kemerdekaan.
Dalam kongres itu, para pelaku dan penggerak koperasi dari berbagai daerah berkumpul, untuk merumuskan arah dan strategi gerakan koperasi nasional. Hasilnya, disepakati pembentukan SOKRI sebagai organisasi pusat yang mewadahi dan mengkoordinasi kegiatan koperasi rakyat, di seluruh Indonesia.
Dalam sejarahnya, SOKRI dibentuk dengan tujuan untuk menyatukan koperasi-koperasi rakyat yang tersebar di berbagai daerah.
Sehingga menjadi wadah advokasi kebijakan koperasi kepada pemerintah, untuk memperkuat solidaritas ekonomi antar anggota koperasi dan mengembangkan koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat.
Dengan berdirinya SOKRI, koperasi Indonesia mulai memiliki arah organisasi yang lebih terstruktur dan berkesinambungan.
Warisan SOKRI dalam Gerakan Koperasi
Keberadaan SOKRI menjadi cikal bakal dari berbagai organisasi koperasi nasional yang muncul kemudian. Layaknya sebuah wadah, yang menampung ide-ide gerakan koperasi, untuk kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya, dalam membentuk organisasi-organisasi gerakan koperasi yang kemudian ada.
Seperti Organisasi koperasi sektoral, koperasi simpan pinjam, koperasi pertanian dan koperasi konsumen.
Kemudian muncul organisasi gerakan koperasi Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) yang saat ini menjadi organisasi gerakan koperasi nasional satu-satunya di Indonesia, yang ada di dalam aturan atau regulasi perkoperasian Indonesia.
SOKRI sendiri, bukan sekadar organisasi awal, tetapi juga simbol perjuangan dan solidaritas ekonomi rakyat Indonesia. Warisan perjuangan ini harus terus dilanjutkan hingga kini, melalui semangat koperasi yang mengedepankan asas kekeluargaan dan gotong royong.


