SMA 4 Semarang Tingkatkan Kompetensi Sosial dan Emosional pada Guru dan Tenaga Pendidik melalui IHT

SEMARANG [Berlianmedia] – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di era digital sekaligus memperkuat layanan tenaga kependidikan, SMA Negeri 4 Semarang menggandeng Lembaga Psikologi KARTIKA Semarang menyelenggarakan In House Training (IHT) bertajuk “Peningkatan Kompetensi Sosial dan Emosional pada Guru dan Tenaga Kependidikan di SMA Negeri 4 Semarang”. Acara berlangsung di Aula Utama SMA Negeri 4 Semarang pada Rabu (18/12), pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan.

Hadir dalam acara ini, Komite Sekolah, Sulasih Taufik, Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Wiwin Sri Winarni, SS, bersama jajaran Wakil Kepala Sekolah, yaitu Ririn Masrikhah, M.Si (Waka Kurikulum), Siti Ekowati, M.Pd (Waka Kesiswaan), Yuyun Eka Wardani, M.Pd (Waka Humas), dan Pardiono, SS (Waka Sarpras), Nara sumber utama Listya Febriana dari Lembaga Psikologi Kartika Semarang.

Dalam sambutannya Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Wiwin Sri Winarni, menegaskan pentingnya kompetensi sosial dan emosional bagi tenaga pendidik untuk menghadapi dinamika pendidikan modern. “Penguatan kompetensi sosial dan emosional bukan hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga membangun hubungan positif antara guru, siswa, serta seluruh elemen sekolah,” ujar Wiwin.

Baca Juga:  Revitalisasi SDN 101752 Hamparan Perak Tuai Pertanyaan, Warga Harap Ada Transparansi

Wiwin juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi tenaga pendidik dalam menjalankan tugas sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Ia menekankan bahwa kemampuan mengelola emosi, spiritualitas, dan sikap sosial menjadi aspek penting untuk mendukung keberhasilan tugas pendidik sesuai amanat undang-undang.

“Setiap hari kita dihadapkan pada berbagai permasalahan dan peristiwa yang menuntut solusi. Dalam menjalankan tugas sebagai guru atau tenaga kependidikan, kemampuan profesional perlu diimbangi dengan pengelolaan emosi dan sikap sosial yang baik agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada siswa,” tambahnya.

Wiwin Sri Winarni menyampaikan pentingnya kompetensi sosial dan emosional bagi tenaga pendidik di era yang semakin dinamis. “Penguatan kompetensi sosial dan emosional bukan hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga membangun hubungan positif antara guru, siswa, serta seluruh elemen sekolah,” ucap Wingi

Wiwin berharap kegiatan IHT ini dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta. “Semoga melalui IHT ini, kita dapat memperoleh wawasan dan keterampilan yang mendukung tugas kita sebagai pendidik, sehingga dapat membawa SMA Negeri 4 Semarang menjadi lebih unggul,” ujarnya.

Baca Juga:  Pastikan Penunjang Pelayanan Pemudik Tersedia, Wakapolda Jateng Kunjungi Pos Terpadu Bawen

Sementara itu Nara sumber utama dari Lembaga Psikologi Kartika Kota Semarang, Listya Febriana, menilai pentingnya kompetensi sosial dan emosional sebagai fondasi keberhasilan dalam dunia pendidikan.

Dalam paparannya, Ana sapaan akrab Listya Febriana menjelaskan bahwa di era yang penuh tantangan ini, guru dan tenaga kependidikan harus memiliki kemampuan untuk mengelola emosi dan membangun hubungan sosial yang baik.

“Kompetensi sosial dan emosional adalah kunci utama untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, di mana guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator dan inspirator bagi siswa,” ujarnya.

Menurut Ana, kemampuan ini tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga membantu tenaga pendidik dalam menghadapi berbagai situasi kompleks yang sering muncul di lingkungan sekolah.

“Guru dan tenaga pendidik harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, mengelola tekanan, serta tetap memberikan pelayanan yang profesional kepada siswa,” tambahnya.

Baca Juga:  RSI Sultan Agung Semarang Optimis Raih Akreditasi A untuk Lembaga Diklat

Ia juga menekankan bahwa kompetensi sosial dan emosional perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai spiritual dan etika profesional. “Kemampuan mengelola emosi, membangun empati, dan menjaga integritas adalah modal utama dalam mendukung tugas pendidik, terutama dalam memberikan contoh yang baik bagi siswa,” jelas Ana.

Ana berharap, melalui pelatihan ini, para peserta dapat lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan pendidikan modern. “Saya sangat mengapresiasi SMA Negeri 4 Semarang yang telah memberikan perhatian besar pada peningkatan kompetensi sosial dan emosional.

Semoga ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan inspiratif,” ujarnya.

Respon positif dari peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 4 Semarang.

IHT ini menjadi langkah nyata SMA Negeri 4 Semarang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan berdaya saing.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!