Pemprov Jateng Melalui BUMD Salurkan Subsidi Rp510 Juta

TEGAL[Berlianmedia] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menyalurkan subsidi senilai Rp510 juta, sebagai upaya untuk menekan inflasi di wilayahnya.

Bantuan subsidi yang diberikan itu melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) BUMD Jateng Peduli Inflasi. Bentuknya berupa penjualan beras murah di 17 daerah di Jateng dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi. Beras yang disubsidi mencapai sebanyak 170 ton.

“Saat ini baru kita launching di tiga wilayah meliputi Kabupaten Tegal, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Magelang, segera menyusul di daerah lain,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs Nana Sudjana saat launching GPM BUMD Jateng Peduli Inflasi di Kantor Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jumat (20/10).

Dalam program itu, didanai oleh CSR BUMD Provinsi Jawa Tengah. Dari dana itu, rinciannya untuk menjual sebanyak 1.000 paket beras kualitas medium kemasan 10 kg dengan harga Rp10.200 per kg.

Baca Juga:  Pembayaran Elektronik Hingga Internet Desa, Inovasi Jateng untuk Efektifkan Pelayanan Publik

Subsidi yang diberikan oleh CSR BUMD sebesar Rp3.000 per kg sehingga total anggaran sebesar Rp510 juta.

Subsidi ini sengaja dialokasikan untuk penjualan beras. Sebab, komoditas beras menjadi salah satu faktor pengaruh inflasi.

“Selama ini harga beras medium di angka Rp14.000 sampai Rp15.000 per kg. Kita menjual beras medium ini di harga Rp10.200 per kg. Sasaran GPM di antaranya meliputi ibu rumah tangga miskin, pegawai pabrik, pengemudi ojol dan nelayan,” tutur Nana.

Seperti diketahui, Inflasi Jawa Tengah saat ini berada pada angka 2,49% atau di atas rata-rata inflasi nasional yang berada pada angka 2,28%.

Inflasi pada September 2023 naik 0,41%  dari Agustus. Kenaikan inflasi itu disebabkan oleh kenaikan harga beras, gula pasir, dan kenaikan BBM.

Baca Juga:  Asops Panglima TNI Nyatakan Satgas Yonarhanud 15/DBY Siap Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-RDTL

“Gerakan Pangan Murah tujuannya untuk menstabilkan harga beras. Di samping kita memberikan bantuan kepada masyarakat yang berharap harga kembali normal,” ujar Nana.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Komariah mengaku senang dengan adanya gerakan pangan murah dan pasar murah yang dilaksanakan oleh Pemprov Jateng melalui BUMD Jateng Peduli Inflasi tersebut.

Sebab dia dapat membeli beras medium dengan harga lebih murah dari harga di pasar.

“Lebih murah harga di warung. Kalau harga di warung atau pasar sekitar Rp14.000 per kg. Di sini 10 kg dijual Rp102.000. Pengennya ada yang seperti ini lagi, ada yang murah lagi,” tutur Komariah.

Dalam kesempatan tersebut, Nana Sudjana juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Tegal berupa 10 ton beras dan bantuan kepada tiga panti asuhan masing-masing Rp10 juta.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!