12 Korban Dukun Pengganda Uang Diduga Mati Lemas Tidak Ada Unsur Kekerasan

SEMARANG[Berlianmedia] – Polda Jawa Tengah dan Polres Banjarnegara saat ini terus mengembangkan kasus pembunuhan berantai dukun pengganda uang, Slamet Tohari (45)  yang seluruh korbannya dikubur di ladang miliknya.

Saat ini sebanyak 12 jenasah ditemukan di delapan lubang di area hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

Para korban tersebut diidentifikasi mati lemas. Polisi belum menemukan ada unsur kekerasan pada jenazah korban.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan para korban laki-laki berusia sekitar 40-50 tahun dan perempuan antara usia 25-35 tahun. Hasil identifikasi tidak ditemukan adanya tanda kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan medis tim DCI, yang menyatakan penyebab kematian korban akibat lemas dan tidak ada unsur kekerasan” ujar Kapolda, Rabu (5/3).

Baca Juga:  Pj Bupati Madiun Ambil Sumpah dan Serahkan SK Ratusan Pegawai Pemkab

Dari penyidikan sementara, tersangka melakukan pembunuhan seorang diri, dengan cara memberikan minuman yang dicampur racun kepada para korbannya.

Tim Labfor masih memastikan soal kandungan racun tersebut.

“Di masing-masing liang ada botol. Pengakuan dari tersangka, dia kasih potas,” tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!