TPS 3R Gondang Sragen Diharap Jadi Percontohan

SRAGEN[Berlianmedia] – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta Tempat Pengelolaan Sampah TPS 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) yang sudah ada di beberapa titik di wilayahnya dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, TPS 3R bisa jadi percontohan bagi daerah lain.

Yuni tidak ingin TPS tersebut mangkrak, karena rendahnya kesadaran masyarakat tentang pengolahan sampah.

Permintaan tersebut dia sampaikan saat meresmikan TPS 3R Desa Gondang, Kecamatan Gondang, dan Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah desa Banaran Kecamatan Kalijambe, Senin (26/12).

“Kami sudah mempunyai beberapa TPS 3R. Tapi dievaluasi operasionalnya tidak baik. Pertama, TPS 3R di Desa Jetak Sidoharjo. Ternyata sekarang TPS-nya sudah tutup. Pagernya pun dikunci. Kedua TPS 3R Desa Jati Kecamatan Masaran, kondisinya kurang lebih sama. Untuk itu saya minta dana DAK dari pusat, untuk pilih desa yang masyarakatnya sudah terkultur dengan baik, pemahamannya mengenai pengolahan sampah. Tanpa itu mustahil,” ujarnya.

Baca Juga:  Kabar Gembira! Februari Ini Pendaftaran Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Jawa Tengah Dibuka

Dia menambahkan, dipilihnya Desa Gondang bukan hanya karena masyarakatnya yang sudah paham akan pengelolaan sampah, tapi ada penggerak yang mau bergerak, dan selalu mengingatkan masyarakat.

“Saya ingin TPS 3R di Gondang ini menjadi percontohan nantinya. Desa-desa lain tahun depan jika mendapatkan DAK lagi di dua atau empat titik, saya akan minta mereka belajar dulu di Kecamatan Gondang. Di sini tokoh masyarakatnya kompak, pengurus RT nya sudah_ nyawiji_ dan ibu-ibu PKK sudah sangat luar biasa. Dan harus bisa menjadi percontohan TPS 3R di Desa Gondang,” tuturnya.

Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk mengolah sampah dengan baik melalui 3 NG, seperti yang digaungkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yaitu “Ngelongi, Nganggo, lan Ngolah”.

Baca Juga:  Hasil Bulan Dana PMI Demak Lebihi Ekspektasi

Yuni menuturkan, ngelongi artinya masyarakat diharapkan mengurangi sampah jika ke pasar membawa tas belanja sendiri, menggunakan sapu tangan sebagai pengganti tisu. Nganggo, diharapkan masyarakat dapat menggunakan sampah yang masih bisa digunakan.

Sedangkan, ngolah, diharapakan masyarakat bisa memilah sampah dari rumah tangga. Minimal dua jenis sampah, yaitu sampah basah dan sampah kering. Organik dan nonorganik, di mana sampah basah akan diolah menjadi kompos dan pakan, sedangkan sampah nonorganik dijual ke pengepul.

“Jika 3 NG ini masyarakat bisa pahami dengan benar, simpel, jelas itu bisa diadaptasi dan jadi kebiasaan, Insyaallah sampah bisa berhenti di desa. Sehingga TPS 3R tidak berhenti sampai di sini, dan terus untuk bisa menjadi percontohan di Kabupaten Sragen,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen Tedi Rosanto mengatakan pembangunan TPS 3R dan PDU dilakukan, dalam upaya menyediakan prasarana dan sarana pengelolaan sampah yang berkualitas, dengan melibatkan peran serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Baca Juga:  Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

“KSM yang sudah terbentuk baik di Desa Gondang maupun Desa Banaran Kalijambe, diharapkan bisa memanfaatkan sarana prasarana dengan baik, serta membantu DLH dalam mengelola dan memilah sampah. Sehingga, kami dapat mengangkut sampah di pemukiman maupun desa,” tutur Tedi.

Tedi menambahkan, pihaknya mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi dari Kementerian PUPR berupa pembangunan TPS 3R, dengan realisasi pembangunan dan fasilitas pengolah sampah sebesar Rp575 juta. Selain itu, DAK dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupa Pusat Daur Ulang Sampah, dengan realisasi pembangunan bangunan gedung, sarana dan prasarana pendukung sebesar Rp2,126 miliar.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!