Tempat Kuliner yang Ramai Dibicarakan Kalangan Anak Muda

KUDUS [Berlianmedia]– Di tengah maraknya bisnis kuliner yang tumbuh di Kabupaten Kudus, ada satu tempat yang belakangan ramai dibicarakan, khususnya di kalangan anak muda.

Kopitiam Ama, yang beralamat di Jalan T.I.T. Sudono 81D Kudus, berhasil mencuri perhatian bukan hanya karena sajian menunya, tetapi juga karena konsep humanis yang mereka terapkan bagi karyawannya.

Meski baru resmi dibuka pada awal tahun 2025, kafe ini telah mendapatkan tempat istimewa di hati pelanggan setianya.

Bukan hanya karena suasana hangat dan menu kopi khasnya, melainkan karena kepedulian pemilik terhadap para pekerjanya yang sebagian besar masih mahasiswa.

Tercatat, 90 persen dari total karyawan Kopitiam Ama adalah mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi.

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan: bagaimana para mahasiswa ini mampu membagi waktu antara kuliah dan bekerja? Rupanya, jawabannya terletak pada kebijakan pemilik Kopitiam Ama yang sangat peduli dengan dunia pendidikan.

Baca Juga:  Pasar Sengon Direnovasi Ganjar, Pedagang Bawang Nyaman

“Kami memang ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk belajar, berkembang, sekaligus mencari pengalaman kerja. Untuk itu, kami fleksibel terhadap jadwal kuliah mereka,” ujar Budhi, salah satu pemilik Kopitiam Ama, saat ditemui Wartawan belum lama ini.

Budhi menambahkan, pihaknya bahkan memberikan cuti khusus bagi karyawan yang tengah menjalani kegiatan akademik.

“Bulan Agustus ini ada tiga karyawan yang sedang melaksanakan KKN. Kami berikan cuti penuh supaya mereka bisa fokus. Pendidikan tetap nomor satu,” tuturnya.

Tidak hanya sekadar memberi kelonggaran, Kopitiam Ama juga aktif mendorong para karyawannya agar terus melanjutkan pendidikan.

Dukungan Pemilik Kafe

Salah satu contohnya, ada seorang karyawan yang kini berhasil mendaftar di Universitas Terbuka berkat motivasi sekaligus dukungan penuh dari pemilik kafe.

Baca Juga:  Rektor UPGRIS: Sudah Merancang Mahasiswa Tidak Perlu Menulis Skripsi

Kebijakan ini disambut hangat oleh para pekerja muda yang merasa betah bekerja di sana.

“Kami bersyukur bisa bekerja di Kopitiam Ama. Pak Yudi dan Pak Budhi sebagai pemilik sangat perhatian dan mendukung pendidikan kami. Beliau selalu berpesan, kalau suatu saat kami meninggalkan Kopitiam Ama, harus dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya. Pesan itu selalu jadi penyemangat kami,” ungkap tiga karyawan, Bunga, Dwi, dan Misbah.

Bagi mereka, bekerja di Kopitiam Ama tidak sekadar mencari penghasilan tambahan, tetapi juga menjadi tempat belajar kehidupan.

Rasa “diemong” yang mereka terima membuat suasana kerja jauh lebih hangat dan kekeluargaan.

Kopitiam Ama pun kian dikenal sebagai kafe yang tidak hanya menjual produk kopi dan makanan, melainkan juga menanamkan nilai sosial.

Baca Juga:  Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien

Dukungan terhadap mahasiswa ini membuat kafe tersebut dianggap sebagai rumah kedua bagi banyak anak muda di Kudus yang sedang meniti masa depan.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!