Sowan Ulama Balikpapan, Ganjar Komitmen Dengan UU Pesantren dan Gaji Guru Ngaji

BALIKPAPAN[Berlianmedia]  – Ganjar Pranowo, Capres 2024 nomor urut 3 bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/12). Dia bersama para ulama bersepakat akan meningkatkan kualitas pesantren berikut kesejahteraan guru agama.

Ganjar tiba di Ponpes disambut langsung oleh pengasuh, KH Muhammad Ali Cholil, dengan iringan musik rebana oleh para santri. Kemudian melakukan pertemuan tertutup sebelum selanjutnya berdialog dengan para ulama, kiai dan tokoh masyarakat se-Kalimantan Timur.

Pada pertemuan itu, Capres yang berpasangan dengan Mahfud MD tersebut saling bertukar pikiran mengenai dunia pendidikan, terutama pesantren. Mulai dari Undang-Undang No 18 tahun 2019 tentang pesantren hingga kesejahtetaan guru agama.

Selain itu, ada juga aspirasi berkait dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), pertanian, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), hingga pencegahan pernikahan dini.

Baca Juga:  SIG Berbagi 1.535 Paket Sembako Ramadhan

Seusai dialog, Ganjar Pranowo menuturkan, silaturahmi dengan para ulama adalah salah satu cara Ganjar mendapatkan masukan, yang bersumber dari masyarakat.

“Setiap di ponpes selalu mendapatkan ilmu ilmu baru karena ternyata para ulama, kyai, bu nyai ini mereka bertemu dengan masyarakat,” ujarnya.

Pertama soal komitmen terhadap UU Pesantren. Menurutnya, ia telah melaksanakan UU tersebut sejak masih menjabat Gubernur Jawa Tengan dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda).

“Maka saya ceritakan, UU-nya sudah ada, dana abadi sudah disiapkan kementerian keuangan, tinggal melaksanakan,” tuturnya.

Santri yang menempuh pendidikan di pesantren juga harus mendapatkan pendidikan vokasi.

“Kita dorong untuk mendapatkan pendidikan vokasi, dan bisa menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan beasiswa,” ujarnya.

Kedua mengenai kesejahteraan guru agama, Ganjar pun tegas akan menerapkan program insentif guru agama non formal yang sukses dilakukan di Jawa Tengah ke tingkat nasional.

Baca Juga:  Sepanjang 2022 Pemkot Semarang Prioritaskan Pemulihan Ekonomi

“Untuk guru agama, itu sudah kami lakukan saat di Jawa Tengah. Guru agama itu kita kasih insentif dengan total Rp247 miliar. Kalau di nasional kita hitung sangat bisa,” tuturnya.

Capres berambut putih itu kembali menegaskan aspirasi yang disampaikan para ulama tersebut sudah pernah dilakukannya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!