Semut Merah : Prioritas Program 100 Hari Wali Kota Semarang Belum Maksimal Penanganannya
SEMARANG [Berlianmedia]- Hingga saat ini, menjelang selesai program 100 hari Wali Kota Semarang dinilai belum maksimal pelaksanaannya dan perlu perbaikan serta perlu segera diselesaikan dan diperbaiki.
Hal itu dikatakan Ketua Organisasi Masyarakat Semut Merah, saat dimintai keterangan Wartawan di Kota Semarang, Jum’at (16/5).
“Jadi program 100 hari Wali Kota Semarang seperti infrastruktur, kesehatan dan kebersihan di wilayah Kota Semarang tidak maksimal. Apalagi di daerah-daerah pinggir Kota Semarang. Seperti di daerah Kedu, Kecamatan Genuk misalnya, yang masih banyak berlubang dan kurang bagus jalannya. Begitu pula yang di Podorejo Kecamatan Ngalian, kemudian di Jatisari, Kecamatan Mijen,” terangnya.
Artinya, lanjut senior Semut Merah, perkembangan dan pemerataan ekonomi di Kota Semarang hingga saat ini terasa kurang merata, sehingga perlu perbaikan segera dan perlu penanganan lebih intens lagi.
Begitu pula dengan program kesehatan, yang jadi prioritas program 100 hari Wali Kota Semarang, sangat tidak maksimal dan kesannya lamban dalam bertindak, terutama gerakan Tim 100 Hari Wali Kota Semarang yang ditunjuk.
“Salah satu contoh adalah RSUD Mijen yang baru diresmikan belum lama ini. Hingga saat ini rumah sakit itu masih belum terdaftar ke BPJS Kesehatan, sehingga menjadi beban ekonomi masyarakat saat akan berobat,” ungkapnya.
Dikatakan pula, pelaksanaan program kebersihan pengelolaan sampah yang dicanangkan, kesannya hanya meneruskan program-program Wali Kota Semarang sebelumnya, yang memang itu merupakan program dari ibu-ibu PKK yang sudah ada sebelumnya.
“Kalau bank sampah kan itu sudah berjalan lama, sebelum Wali Kota Semarang sekarang itukan sudah berjalan. Kalau mencanangkan kebersihan pengelolaan sampah itu, harusnya bagaimana menyikapi sampah-sampah yang ada di kali dan selokan-selokan, yang menghambat aliran sungai dan menyebabkan banjir,” tegasnya.


