Sekolah Formal Diwajibkan Terima Siswa Berkebutuhan Khusus

WONOSOBO[Berlianmedia] – Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meminta semua layanan pendidikan formal di Kabupaten Wonosobo untuk menerima siswa berkebutuhan khusus atau difabel, sebagai upaya untuk memberikan kesempatan yang sama bagi difabel dalam menempuh pendidikan.

“Mari bersama berikan kesempatan dan ruang seluas-luasnya kepada ABK. Saya minta tidak boleh satu pun sekolah di Wonosobo yang sampai berani menolak ABK, sehingga akan memberikan keberkahan bagi masyarakat Wonosobo,” ujar Bupati pada acara Pengenalan Unit Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan dan Penyerahan Bantuan untuk Siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Geodipa Energi, di Gedung Sasana Adipura Kencana, Selasa, (1/11).

Bupati mengapresiasi para guru pembimbing yang memberikan layanan bagi siswa berkebutuhan khusus. Menurutnya, kecerdasan hati harus dimiliki oleh setiap tenaga pendidik dalam memberikan layanan kepada anak didiknya. Sebab, semua anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang berkualitas.

Baca Juga:  BLK Pekalongan Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi

“Saya harap, Unit Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan ini, mampu menstimulus dan menumbuhkan unit layanan disabilitas di sektor lain dalam menjamin dan melindungi hak-hak disabilitas, (yakni) hidup, tumbuh, berkembang, serta berpartisipasi secara optimal, sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan,” tutur Afif.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo Tono Prihartono menuturkan, Unit Layanan Disabilitas berfungsi sebagai pendamping sekolah dan pelaksana layanan kepada ABK, sehingga guru memahami bagaimana cara mendampingi ABK dalam model pembelajaran.

“Setelah ini, kami akan melaksanakan pelatihan bagi guru pendamping menjadi Guru Pembimbing Khusus (GPK). Targetnya seluruh sekolah SD dan SMP di Wonosobo siap melayani ABK,” tuturnya.

Bupati meminta pihak sekolah untuk menyediakan fasilitas bagi ABK, seperti akses pintu masuk, kursi roda, dan jalan landai. Selain itu, model pembelajarannya juga harus menyesuaikan dengan kurikulum untuk ABK.

Baca Juga:  Kenang Fatmawati, Puluhan Perempuan Menjahit Bendera Merah Putih di Bengkulu

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Penyandang Disabilitas Wonosobo Syaifurohman, menjelaskan, program yang dicanangkan oleh Pemkab Wonosobo bisa dijadikan percontohan tentang upaya sektor pendidikan untuk memfasilitasi ABK, agar dapat mengenyam pendidikan yang setara dengan peserta didik lainnya.

“Kenali kami dengan kelebihan bukan kekurangan,” tutur Ipung.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!