Remaja Tenggelam di Sungai Sengkarang Ditemukan Meninggal, Tim SAR Imbau Waspada Aktivitas di Sungai
PEKALONGAN [Berlianmedia]— Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang bersama tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang remaja yang tenggelam di Sungai Sengkarang, tepatnya di bawah Jembatan Gantung Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Irsal Dwi Pratama (17), warga Desa Warulor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.
Berdasarkan keterangan Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, peristiwa tersebut bermula pada Senin (18/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban bersama tujuh rekannya mandi dan bermain air di tepi Sungai Sengkarang.
Di tengah aktivitas tersebut, korban diduga berniat berenang menyeberangi sungai. Namun derasnya arus sungai membuat korban tidak mampu bertahan hingga akhirnya hanyut dan tenggelam. Salah seorang teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan dengan menarik korban ke tepian, namun upaya tersebut tidak berhasil karena kuatnya arus.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian segera melakukan pencarian awal dan melaporkan peristiwa tersebut kepada Unit Siaga SAR Pemalang. Setelah pencarian mandiri warga belum membuahkan hasil, bantuan SAR pun diterjunkan.
“Pada pukul 18.30 WIB kami menerima informasi adanya korban hanyut di Sungai Sengkarang dan langsung memberangkatkan satu tim SAR lengkap dengan peralatan selam serta perahu karet untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono.
Operasi pencarian hari pertama dilakukan dengan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun kondisi gelap dan keterbatasan jarak pandang membuat pencarian belum membuahkan hasil.
Memasuki hari kedua, Selasa (19/5), tim SAR gabungan meningkatkan upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet di sisi kanan dan kiri sungai sejauh kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian. Selain itu dilakukan pula penyisiran darat di bantaran sungai serta penyelaman di titik awal korban tenggelam.
Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi kejadian awal setelah dilakukan penyelaman di area tersebut. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk proses lebih lanjut,” imbuh Budiono.
Pihak SAR juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian.
“Terima kasih atas segala usaha tim SAR gabungan sehingga korban dapat segera ditemukan. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Arus sungai yang tampak tenang dapat berubah berbahaya, terutama pada musim dengan debit air meningkat. Pengawasan orang tua, edukasi keselamatan air, serta kesadaran akan risiko lingkungan perairan menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.


