Polres Demak Terjunkan Ratusan Personel Gabungan Amankan Grebeg Besar

DEMAK [Berlianmedia]- Kepolisian Resor (Polres) Demak, menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan rangkaian perayaan Gerebeg Besar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Sebanyak 500 personel gabungan dari berbagai instansi, disiagakan dalam pengamanan kirab tumpeng sembilan, tradisi ancakan, hingga puncaknya penjamasan pusaka Sunan Kalijaga, ageman kutang Anta Kusuma dan Keris Kiai Carubuk pada 10 Dzulhijah atau bertepatan Idul Adha.

“Dalam pengamanan ini, kami dari Polres Demak menurunkan 300 personel. Kemudian dibantu Kodim 0716/Demak, Satpol-PP, Dishub, PMI serta instansi lainnya,” kata Wakapolres Demak Kompol Satya Adi Nugraha saat apel pengamanan Grebeg Besar di Alun-alun Simpang Enam Demak, Kamis (5/6) sore.

Kompol Satya menjelaskan, tumpeng sembilan merupakan salah satu rangkaian acara Grebeg Besar Demak yang terselenggara setiap malam sembilan atau malam Hari Raya Idul Adha. Tumpeng berjumlah 9 tersebut berisi makanan, yang diarak oleh rombongan jajaran Pemkab Demak yang dipimpin Bupati menuju Masjid Agung Demak.

Baca Juga:  Kapolda Jateng : Trabas Kamtibmas Wujud Soliditas Polda Jateng dan Masyarakat Ciptakan Harkamtibmas

Sedangkan tradisi ancakan merupakan bentuk sedekah ahli waris Sunan Kalijaga kepada para peziarah atau masyarakat luas yang merupakan tradisi sebelum penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga di Pendopo Notobratan Kadilangu, Demak.

“Ribuan pengunjung dari dalam maupun luar daerah diperkirakan akan hadir, baik untuk berziarah ke makam para wali maupun mengikuti rangkaian acara yang berlangsung sejak malam takbiran yang dinilai mendatangkan keberkahan. Untuk itu kami tempatkan personel di titik-titik rawan terjadinya gangguan Kamtibmas,” jelasnya.

Pihaknya telah menempatkan personel untuk melakukan pengamanan secara terbuka maupun tertutup, guna mengantisipasi terjadinya kejahatan seperti copet, pencurian kendaraan bermotor, pecah kaca mobil dan sebagainya selama pelaksanaan

Dengan upaya pengamanan yang maksimal, pihaknya menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan dan memelihara tradisi lokal. Dengan begitu, kirab tumpeng sembilan maupun ancakan diharapkan berjalan aman tanpa gangguan.

Baca Juga:  Konsolidasi PDIP Sumsel, Ganjar Kenang Sosok Taufik Kiemas

“Banyaknya pengunjung dalam acara tersebut tidak menutup kemungkinan adanya pelaku kejahatan yang memanfaatkan keramaian untuk menjalankan aksinya. Untuk itu, diharap warga yang datang dalam acara itu selalu waspada terhadap diri sendiri maupun barang bawaan,” ungkapnya.

Kompol Satya menambahkan, selain pengamanan tumpeng sembilan dan tradisi ancakan, pihaknya juga fokus pengamanan Pasar Rakyat yang menyajikan hiburan dan UMKM di Lapangan Tembiring Jogoloyo, Demak.

“Pasar Rakyat di Lapangan Tembiring termasuk dalam rangkaian kegiatan Grebeg Besar Demak yang harus kami amankan agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Disana juga ada panggung hiburan yang berpotensi menimbulkan kericuhan antar penonton, oleh karena itu kami imbau agar warga dapat menjaga keamananan dan ketertiban,” pungkasnya.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!