Pelatihan TJA TH Tingkat Master di Semarang Diserbu Peserta, Minat Terapi Alternatif Kian Meningkat

SEMARANG[Berlianmedia] – Pelatihan Totok Jari Alif dan Transendental Hypnosis (TJA TH) tingkat Master kembali digelar di Semarang dan mendapat sambutan antusias dari peserta lintas daerah.

Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan ketiga di Kota Lumpia, dengan format pelatihan intensif satu hari penuh, Sabtu (2/5).

Mengusung tema “Terapi Paling Fenomenal Abad Ini”, pelatihan diikuti 15 peserta yang berasal dari berbagai wilayah seperti Semarang, Kendal, Pati, dan Rembang.

Kegiatan berlangsung di Cafe Arunika, kawasan Universitas Muhammadiyah Semarang.
Pelatihan menghadirkan Master Trainer, Muhammad Taufiq, yang memberikan materi secara komprehensif mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Meski berlangsung dalam waktu singkat, peserta mendapatkan materi yang mencakup diagnosis penyakit medis, nonmedis, hingga psikis.
Selain itu, peserta juga dibekali berbagai teknik terapi seperti Totok Jari Alif, Transendental Hypnosis, terapi fobia, hingga metode lanjutan seperti Quantum Touch Transendental, terapi jarak jauh, dan self healing.

Baca Juga:  Timnas U-22 Berada Satu Grup Dengan Tuan Rumah Kamboja Di SEA Games 2023

Pendekatan praktik langsung antar peserta menjadi fokus utama guna memperkuat pemahaman teknik yang diajarkan.

Menurut Muhammad Taufiq, pelatihan berjalan lancar dan penuh semangat dari para peserta.

“Antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak pertanyaan yang muncul karena keingintahuan yang besar terhadap keilmuan TJA TH.

Meski berlangsung seharian, mereka tetap mengikuti dari awal hingga akhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, materi yang disampaikan merupakan bagian dari ajaran Guru Besar TJA TH, Kemal Faisal Ferick.
Sejumlah peserta mengaku memperoleh pengalaman berharga selama pelatihan.

Wardiyono, peserta asal Semarang, menyampaikan bahwa metode yang diajarkan tergolong sederhana dan mudah dipahami.

“Saya merasa senang dan puas. Praktiknya simpel dan langsung bisa dipahami,” katanya.

Sementara itu, peserta lain, Muhammad Amin, mengungkapkan pengalaman pribadinya sebelum pelatihan berlangsung.

Baca Juga:  Polda Jateng Dalami Peristiwa Laka Di Ruas Tol Pejagan Pemalang

Ia mengaku sempat mengalami kondisi fisik kurang nyaman, namun setelah mendapatkan terapi, kondisinya membaik.

“Alhamdulillah, setelah terapi, badan terasa lebih enak dan saya bisa mengikuti pelatihan sampai selesai,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan prosesi pengijazahan materi, penyerahan sertifikat, serta sesi foto bersama. Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan praktisi TJA TH tingkat Master yang kompeten serta dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!