Operasi Patuh Candi 2023, Dirlantas: Kecelakaan Turun 42%

SEMARANG[Berlianmedia] – Operasi Patuh Candi 2023 Polda Jateng yang berlangsung dari 10 Juli 2023 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas mencapai  42% dibandingkan 7 hari sebelum Operasi Patuh Candi 2023.

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho mengatakan dari hasil analisa dan evaluasi dalam Operasi Patuh Candi 2023, angka kecelakaan 7 hari sebelum Operasi Patuh Candi 2023 dari 26 Juni hingga 2 Juli 2023 mencapai 562 kasus, 52 kasus meninggal dunia, 3 kasus mengalami luka berat dan luka ringan mencapai 689 orang.

“Tapi selama Operasi Patuh Candi 2023 dari 10 Juli hingga 16 Juli jumlah kasus kecelakaan turun menjadi 376 kasus dengan angka 18 kasus meninggal dunia, 7 luka berat dan 467 mengalami luka ringan. Artinya pada 7 hari Operasi Patuh Candi 2023, dapat menekan angka kecelakaan mencapai 42%,” ujar Agus Suryo, Senin (17/7).

Baca Juga:  Persijap Rebut Posisi Pertama Klasemen Atas Bekasi City

Namun, tutur Agus Suryo, jumlah pelanggaran sebelum dan sesudah Operasi Patuh Candi 2023 mengalami kenaikan yang signifikan.

“Tujuh hari sebelum operasi 26 Juni hingga 2 Juli 2023, pelanggaran yang terekam ETLE Statis mencapai 2.991, ETLE Mobile : 21.488, Tilang : 7.254 dan Teguran : 23.377,” tuturnya.

Tapi, lanjutnya, tujuh hari pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2023 10 Juli hingga 16 Juli pelanggaran mengalami kenaikan.

Pelanggaran yang terekam ETLE Statis : 8.272, ETLE Mobile : 49.860, Tilang : 11.014, Teguran : 31.601.

“Trend Pelanggaran selama 7 hari pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2023 keseluruhan naik 89%. Dari angka ini menurut saya sangat memprihatinkan. Masyarakat masih belum sadar pentingnya berdisiplin lalu lintas,” ujar Agus Suryo.

Dari data analisa dan evaluasi jajaran Ditlantas Polda Jateng, Agus Suryo menghimbau kepada masyarakat Jawa Tengah untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas.

Baca Juga:  PLN Gencarkan Pengamanan Aset dengan Koordinasi Bersama Perangkat Desa

“Karena dengan disiplin lalu lintas dapat menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Disiplin bukan karena ada petugas tapi disiplin untuk keselamatan diri dan orang lain,” tutur Agus Suryo.

Agus Suryo meminta kepada masyarakat untuk terus menjadi pelopor keselamatan dan berdisiplin lalu lintas menjadi kebutuhan.

“Disiplin di jalan menyelamatkan nyawa diri dan orang lain, jadikan disiplin untuk kebutuhan,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!