Kemenag Gelar Sayembara Desain Batik Haji Idonesia
JAKARTA[Berlianmedia] – Menyambut ibadah haji 1445 H/2024, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama menggelar sayhembara Desain Batik Haji Indonesia.
Dirjen PHU Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengatakan motif seragam batik yang dikenakan jemaah Indonesia pada operasional haji 1444 H/2023 M, sudah digunakan sejak 2011.
“Kami memandang perlu dilakukan penyegaran dengan motif baru yang lebih inovatif, dana mencerminkan kultur, budaya, serta identitas Indonesia dengan mengadakan sayembara desain batik haji Indonesia,” ujarnya dilansir dari kemenag.go.id, Kamis (31/8).
Proses pendaftaran Sayembara Desain Batik Haji Indonesedia akan dibuka secara online melalui aplikasi Pusaka Kemenag yang bisa diunduh melalui playstore, appstore, atau tautan pusaka.kemenag.go.id.
Pendaftaran dibuka mulai 25 Agustus sampai 5 September 2023, pukul 16.00 WIB. Pemenang utama mendapatkan hadiah uang tunai Rp78 juta.
“Pemenang sayembara, akan diumumkan pada 2 Oktober 2023, bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Seragam batik yang baru ini diharapkan sudah bisa digunakan pada musim haji 1445 H/2024,” tutur Hilman.
Panitia, tutur Hilman, melibatkan lima dewan juri yang diketuai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Eny Retno Purwaningtyas dengan anggota Komaruddin Kudiya (Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia atau APPBI), Irna Mutiara (Desainer atau Perancang Busana), Monika Jufry (Desainer atau Perancang Busana), dan Yufie Safitri Sobari (Desainer atau Perancang Busana dan Akademisi).
Ketentuan Mendaftar
Direktur Layanan Haji dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab menambahkan, peserta harus meng-upload seluruh dokumen saat melakukan pendaftaran Sayembara Desaian Batik Haji Indonesia. Dokumen yang di-upload bisa dalam bentuk pdf atau jpg.
“Salah satu dokumen yang harus di-upload adalah konsep desain batik,” ujarnya.
Panitia akan melakukan seleksi administrasi atas dokumen yang telah diisi dalam proses pendaftaran peserta. Hanya peserta yang lolos seleksi administrasi yang akan masuk tahap penjurian.
Menurut Saiful Mujab, penjurian akan dilakukan dalam dua tahap. Penjurian tahap pertama dilakukan untuk menilai konsep desain batik yang ditawarkan. Dewan juri akan memilih 10 desain terbaik untuk masuk finalis.
10 finalis harus mewujudkan konsep desain seragam haji Indodesia dalam bentuk busana laki-laki (kemeja/jaket/blazer) dan untuk wanita (tunik/outer wear) menggunakan kain batik cap dengan bahan katun terbaik.
“Penjurian tahap kedua akan menentukan satu pemenang utama dan sembilan finalis,” tuturnya.


