Kasus Gus Miftah Picu Desakan Sertifikasi Juru Dakwah, Prabowo Tunggu Pendapat Ulama

JAKARTA [Berlianmedia] – Kontroversi yang melibatkan penceramah kondang Gus Miftah, yang menghina seorang pedagang es teh dalam sebuah acara pengajian di Magelang, memicu desakan untuk penerapan sertifikasi bagi juru dakwah. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan akan meminta pendapat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta ormas-ormas keagamaan sebelum mengambil langkah terkait hal ini.

Prabowo mengatakan, “Ya nanti kita lihat kalangan yang mengerti masalah ini semua,” di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/12). Ia menegaskan pentingnya masukan dari berbagai pihak terkait untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, desakan untuk sertifikasi bagi pendakwah datang dari anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, yang menilai sertifikasi ini akan menjamin kompetensi dan kapasitas para juru dakwah dalam menyampaikan ajaran agama dengan benar.

Baca Juga:  XL Prioritas Mulai Layani Pre-order Eksklusif Samsung S23 Series

Maman mengungkapkan bahwa tema ceramah yang dibawakan pendakwah seharusnya berlandaskan pada referensi agama yang sahih dan tidak mengandung unsur penghinaan atau bahasa yang tidak pantas.

Kasus penghinaan yang dilakukan Gus Miftah terhadap pedagang es teh dalam video yang viral di media sosial menuai kecaman publik. Banyak masyarakat yang merasa ucapan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pendakwah yang seharusnya memberikan ketenangan dan kesejukan dalam setiap ceramah.

Maman juga menekankan perlunya kontrol dari masyarakat dan Kementerian Agama untuk mengawasi etika para juru dakwah, serta memberikan sanksi jika ditemukan pelanggaran yang merugikan publik. “Kontrol yang baik dari masyarakat dan Kementerian Agama sangat penting untuk menjaga etika dan keharmonisan dalam dakwah,” ujar Maman.

Prabowo berharap dengan melibatkan pendapat dari berbagai kalangan ulama dan ormas keagamaan, kebijakan yang diambil nanti dapat mencegah terulangnya kejadian serupa dan menjaga kualitas dakwah di Indonesia.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!