“Jangan Jadikan Jari Kita Sumber Keresahan Orang Lain,” Imbau DR Budiyono Tanggapi Video Hoaks Kecelakaan Bawen

KABUPATEN SEMARANG [Berlianmedia] – “Sebagai masyarakat yang beradab, kita harus memastikan setiap informasi yang kita bagikan, benar dan bermanfaat. Jangan sampai jari kita menjadi sumber keresahan bagi orang lain.”

Pernyataan menenangkan itu disampaikan oleh H. Dr. Budiyono SH. MH, tokoh masyarakat dan juga tokoh Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kabupaten Semarang, menanggapi maraknya peredaran video kecelakaan beruntun, yang diklaim terjadi di Tol Bawen.

Video berdurasi beberapa detik itu kembali viral di media sosial dan grup-grup WhatsApp warga, menimbulkan kepanikan serta rasa ingin tahu banyak orang.

Menurut H. Dr. Budiyono, fenomena ini menjadi pelajaran bersama, bahwa kecepatan jari dalam membagikan informasi harus diimbangi dengan kecerdasan hati dan tanggung jawab sosial.

Oleh sebab itu, ditekankan pentingnya sikap tabayyun atau mencari atau memeriksa kebenaran sebelum menyebarkan, agar masyarakat tidak ikut memperbesar kebohongan digital.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran 2026, One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama Mulai Diberlakukan

“Media sosial itu bisa menjadi ladang pahala, tapi juga bisa jadi sumber fitnah kalau digunakan tanpa berpikir. Mari jadikan ruang digital sebagai tempat menebar kebaikan,” ujarnya.

Selain itu, penyebaran berita-berita atau narasi tidak benar, palsu (Hoax) juga memiliki konsekuensi hukum bagi yang dengan sengaja menyebarkan.

Apresiasi Satlantas Polres Semarang 

Selain itu, Ketua Dewan Kehormatan PERADI DPC Ungaran itu juga memberikan apresiasi, langkah cepat yang diambil Satlantas Polres Semarang, dengan mengeluarkan tanggapan secara resmi melalui video resmi, dengan logo resmi Satlantas Polres Semarang juga, sehingga dapat dipastikan hingga saat ini tidak ada laporan kecelakaan beruntun, seperti yang ditampilkan dalam video tersebut di wilayah Bawen.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Satlantas Polres Semarang, sehingga pesan yang disampaikan jelas, sehingga masyarakat bisa kembali tenang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Atikoh Ultah ke 52, Didoakan Santri dan Jamaah Majlis Taklim Ponpes Al Washilah

“Di tengah derasnya arus informasi digital, kebijaksanaan warga menjadi benteng utama melawan hoaks, agar suasana Kabupaten Semarang tetap kondusif dan penuh rasa saling percaya,” pesannya diakhir pernyataan.

 

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!