Ita Serahkan Hewan Kurban ke MAJT

SEMARANG[Berlianmedia]  – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban Sabtu (1/7) besok.

Pada Idul Adha tahun ini, MAJT menerima 12 ekor sapi dan 18 ekor kambing.

Penyerahan hewan kurban secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hj Hevearita G Rahayu. Penyerahan sapi besar diterima oleh Ketua Panitia Iduladha MAJT Prof Dr H Nur Khoirin MAg di kompleks MAJT.

Wali Kota mengharapkan agar daging kurban yang disalurkan ke MAJT dibagikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Ketua Panitia Idul Adha MAJT Semarang Prof Dr KH Nur Khoirin MAg didampingi Bendahara MAJT, Dr H Nor Hadi nenerima hewan kurban berupa seekor sapi dari wali kota.

“Semoga di bawah pimpinan Ibu Wali, Kota Semarang semakin maju dan berkembang serta penuh keberkahan,” ujar Prof Khoirin.

Turut mendampingi Wali Kota di MAJT, Ketua TP PKK Kota Semarang Dr Alwin Basri, Sekda Kota Semarang Ir Iswar Aminuddin, Kepala Bapenda Kota Semarang, Indriyasari SE MAP, serta sejumlah kepala OPD Kota Semarang.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Gandeng Perguruan Tinggi Untuk Mengakselerasi Budaya K3

Sementara itu, Pemkot Semarang dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang akan mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pembagian daging kurban rencananya akan digelar Jumat (30/6) besok agar masyarakat dapat langsung mengelola dan memanfaatkannya tanpa acara seremonial terlebih dahulu.

“Hari ini dari teman-teman, Pak Sekda, Bapak Ibu Assisten, dan teman-teman Kepala OPD, bergotong royong membeli ataupun menyerahkan hewan kurban sebanyak 17 ekor sapi dan 18 ekor kambing yang besok rencananya akan disembelih, tetapi memang penyerahannya hari ini. Hal ini agar besok sudah tidak ada seremoni, sehingga bisa segera dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, bisa lebih cepat dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutur Ita panggilan akrab wali kota  seusai melaksanakan shalat Idul Adha di halaman Balaikota Semarang, Kamis (29/6).

Ita menambahkan, terkait jumlah hewan kurban yang akan dibagikan ataupun sudah dibagikan kepada masyarakat. Dirinya menyampaikan mengenai 16 kecamatan di Kota Semarang mendapat bantuan hewan kurban, termasuk juga di Masjid Agung Semarang, Masjid Baiturrahman, dan Masjid Agung Jawa Tengah.

Baca Juga:  Gus Yusuf Ajak Santri Gunakan Gadget Sebagai Alat Jihad

Sedangkan besok para PNS akan menyembelih hewan kurban sebanyak 17 sapi dan 18 kambing yang direncanakan akan dilaksanakan di Balaikota Semarang.

“Kemudian yang di pemerintah kota Semarang besok, dari teman-teman PNS ada 17 sapi dan 18 kambing. Saya juga memberikan bantuan ke masjid-masjid di 16 kecamatan, sapi ada 4 dan kambing ada 25, sehingga ini adalah wujud dari pemerintah kota Semarang bersama dengan teman-teman PNS memberikan bantuan untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, menyikapi terkait masyarakat yang melaksanakan hari Raya Idul Adha lebih dulu dari penetapan pemerintah di beberapa titik di kota Semarang, Ita menghimbau kepada masyarakat untuk bisa saling menghormati. Dia juga bersyukur mengenai situasi di kota Semarang yang cenderung kondusif dan tidak terjadi apa pun.

“Alhamdulillah ada di beberapa tempat sudah melaksanakan sholat Idul Adha. Itu merupakan suatu perbedaan, tetapi kita kan saling menghormati. Pemerintah juga sudah memberi cuti dari kemarin. Ini harus kita sikapi dan Alhamdulillah di Semarang kondusif dan tidak terjadi apapun. Mengikuti apa yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat, sehingga kemarin yang melaksanakan (Sholat Idul Adha) kita berikan keleluasaan dan hari ini pun juga sama,” tutur Ita.

Baca Juga:  Kabar Gembira, Semarang Zoo Turunkan Harga Tiket Akhir Pekan

Pihaknya juga sempat memonitor beberapa titik di kota Semarang terkait masyarakat yang melaksanakan sholat Idul Adha lebih dulu pada Selasa (28/6) lalu. Dia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat kota Semarang yang saling toleransi dan saling menghormati ketika terjadi perbedaan di masyarakat.

“Saya lihat dan saya cek masyarakat di kota Semarang juga saling menghormati, bahkan di tempat-tempat terbuka (sholat Idul Adha) dan tidak jadi masalah. Ini merupakan satu bagaimana kebersamaan kita saling menghormati, gotong royong yang ada di kota Semarang. Dan kami juga menghaturkan matur nuwun kepada msyarakat yang saling bisa toleransi, yang saling bisa menghormati dengan perbedaan,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!