Hikmah Di Balik Ujian
SEMARANG [Berlianmedia] – Bersabar bukan berarti diam tanpa rasa, tetapi menegakkan hati di tengah guncang. Ujian selalu datang membawa tanya, mengapa, sampai kapan, dan seberapa kuat. Namun iman mengajari kita membaca musibah sebagai bahasa langit yang sedang memanggil jiwa agar kembali lurus, berserah, dan percaya bahwa setiap luka memiliki makna yang sedang ditumbuhkan Allah dengan kasih yang sempurna bagi hamba pilihan yang sabar.
Dalam perjalanan hidup, musibah sering datang tanpa aba aba. Ia mengetuk pintu jiwa saat kita merasa paling kuat, atau justru ketika kita sedang rapuh. Ada yang diuji dengan kehilangan, ada yang diuji dengan sakit, ada pula yang diuji dengan runtuhnya harapan yang selama ini dijaga. Pada saat seperti itulah, iman diuji bukan pada lisan, melainkan pada kedalaman keyakinan di dalam dada. Allah telah menegaskan dengan firman Nya,
Ł
ŁŲ§ Ų£ŁŲµŁŲ§ŲØŁ Ł
ŁŁŁ Ł
ŁŲµŁŁŲØŁŲ©Ł Ų„ŁŁŁŁŲ§ ŲØŁŲ„ŁŲ°ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ū ŁŁŁ
ŁŁŁ ŁŁŲ¤ŁŁ
ŁŁŁ ŲØŁŲ§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲÆŁ ŁŁŁŁŲØŁŁŁ Ū ŁŁŲ§ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ”Ł Ų¹ŁŁŁŁŁ
Ł.
Artinya, Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At Taghabun: 11).
Ayat ini bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga meluruskan cara pandang. Bahwa segala yang terjadi tidak pernah liar, tidak pernah lepas, dan tidak pernah tanpa makna. Semuanya berada dalam genggaman izin dan ilmu Allah.
Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Quran Al Azhim menjelaskan bahwa orang yang tertimpa musibah lalu ia meyakini itu berasal dari ketentuan dan takdir Allah, kemudian ia bersabar, beriktisab mengharap pahala dari Allah, dan menyerahkan semuanya kepada takdir Allah, maka Allah akan memberi hidayah pada kalbunya. Bahkan Allah mengganti apa yang hilang dari urusan dunianya dengan petunjuk, keyakinan yang jujur, dan sering kali dengan ganti yang serupa atau lebih baik. Inilah rahasia tak terlihat di balik kesabaran. Hilang di mata, tumbuh di jiwa. Runtuh di dunia, ditegakkan di hati.
Sabar bukan sekadar menahan air mata agar tidak jatuh, tetapi menahan hati agar tidak berburuk sangka kepada Allah. Sabar adalah kemampuan untuk tetap percaya di saat semua alasan untuk ragu seolah tersedia di depan mata. Rasulullah ļ·ŗ bersabda,
Ų¹ŁŲ¬ŁŲØŁŲ§ ŁŁŲ£ŁŁ
ŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁ
ŁŲ¤ŁŁ
ŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁ Ų£ŁŁ
ŁŲ±ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁ Ų®ŁŁŁŲ±Ł Ų„ŁŁŁ Ų£ŁŲµŁŲ§ŲØŁŲŖŁŁŁ Ų³ŁŲ±ŁŁŲ§Ų”Ł Ų“ŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų®ŁŁŁŲ±ŁŲ§ ŁŁŁŁ ŁŁŲ„ŁŁŁ Ų£ŁŲµŁŲ§ŲØŁŲŖŁŁŁ Ų¶ŁŲ±ŁŁŲ§Ų”Ł ŲµŁŲØŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų®ŁŁŁŲ±ŁŲ§ ŁŁŁŁ.
Artinya, Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, semua urusannya adalah kebaikan. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar dan itu pun baik baginya. (HR. Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa hidup seorang mukmin berjalan di atas dua sayap, syukur dan sabar. Keduanya sama sama mengangkat derajat, hanya tempat mendaratnya yang berbeda.
Sering kali kita mengira sabar itu kalah, padahal sabar adalah kemenangan yang ditunda. Kita mengira musibah itu hukuman, padahal banyak di antaranya adalah pemurnian. Allah tidak selalu mencabut sesuatu karena murka, tetapi karena Dia hendak menggantinya dengan yang lebih menjaga iman. Ada yang diambil hartanya agar hatinya kembali kepada doa. Ada yang diambil kesehatannya agar lisannya kembali berdzikir. Ada yang diambil orang yang dicintainya agar cintanya kembali utuh kepada Allah. Di titik ini, sabar menjadi jalan sunyi yang penuh cahaya, meski hanya terlihat oleh mereka yang menundukkan hati.
Musibah juga mengajarkan bahwa manusia ini makhluk yang lemah. Kita dibentuk dari rencana yang tak selalu jadi, dari harapan yang tak selalu sampai. Di situlah tauhid bekerja dengan paling jujur. Kita diingatkan bahwa yang berkuasa mutlak bukan kita, bukan usaha kita, bukan jaringan kita, melainkan Allah semata. Ketika semua pintu tertutup, dan doa menjadi satu satunya jalan yang tersisa, di situlah sering kali pertolongan Allah turun dengan cara yang tidak disangka. Allah berfirman,
ŁŁŲ„ŁŁŁŁ Ł
ŁŲ¹Ł Ų§ŁŁŲ¹ŁŲ³ŁŲ±Ł ŁŁŲ³ŁŲ±ŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁ Ł
ŁŲ¹Ł Ų§ŁŁŲ¹ŁŲ³ŁŲ±Ł ŁŁŲ³ŁŲ±ŁŲ§.
Artinya, Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (QS. Al Insyirah: 5 6).
Perulangan ayat ini bukan tanpa makna. Ia seperti ketukan lembut di hati, agar jangan putus asa hanya karena satu kesusahan.
Sabar yang benar akan melahirkan tiga buah utama dalam jiwa. Pertama, ketenangan. Bukan karena masalah selesai, tetapi karena hati sudah merasa digenggam Allah. Kedua, kejernihan. Musibah menyapu kabut kesombongan yang sering menipu mata batin. Ketiga, kedewasaan iman. Kita tidak lagi tergesa menilai takdir sebagai baik atau buruk hanya dari sudut dunia. Kita belajar menunduk, menerima, lalu berjalan pelan bersama doa.
Dan jangan lupa, sabar yang paling berat sering kali adalah sabar dalam diam. Sabar menahan keluh, sabar menahan cerita, sabar menahan dendam, sabar menahan keinginan untuk menyalahkan siapa pun kecuali diri sendiri. Pada titik ini, hanya Allah yang tahu seberapa besar pergulatan di dalam dada seorang hamba. Maka Allah pula yang menjanjikan balasan tanpa hitungan.
Ų„ŁŁŁŁŁ
ŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲµŁŁŲ§ŲØŁŲ±ŁŁŁŁ Ų£ŁŲ¬ŁŲ±ŁŁŁŁ
Ł ŲØŁŲŗŁŁŁŲ±Ł ŲŁŲ³ŁŲ§ŲØŁ.
Artinya, Sesungguhnya orang orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az Zumar: 10).
Wahai jiwa yang sedang diuji, jangan lahanikan dirimu hanya karena hari ini terasa berat. Jangan ukur kasih Allah hanya dari apa yang sedang diambil. Bisa jadi yang sedang dipahat adalah sabar, sedang ditumbuhkan adalah tawakal, dan sedang dibukakan adalah jalan yang belum mampu kaulihat hari ini. Teruslah hidup dalam sujud, teruslah berjalan dalam doa. Jika engkau tidak mampu kuat, cukup jujurlah pada Allah tentang lemahnya dirimu. Itu pun sudah termasuk ibadah. Karena pada akhirnya, bukan kita yang memikul ujian ini sendirian. Ada Allah yang menjaga, menilai, dan kelak mengganti dengan cara yang paling indah, pada waktu yang paling tepat.


