Gedung Terra Drone Kemayoran Hangus, Evakuasi Korban Berlangsung Lama

SEMARANG [Berlianmedia] – Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat terus mengevakuasi korban kebakaran yang melanda gedung penjualan drone Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto Kemayoran pada Selasa siang. Satu per satu kantong jenazah dibawa keluar dari bangunan tujuh lantai yang hangus tersebut. Polisi belum memastikan jumlah korban, sementara laporan lapangan menyebutkan dugaan puluhan orang terjebak di dalam gedung.

Gedung Terra Drone Kemayoran Hangus, Evakuasi Korban Berlangsung Lama

Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat masih bekerja menyisir setiap lantai gedung Terra Drone yang terbakar hebat pada Selasa 9 Desember siang. Kobaran api yang muncul secara tiba tiba melalap sebagian besar sisi bangunan tujuh lantai itu dan membuat proses evakuasi berlangsung sangat panjang. Hingga sore hari, petugas damkar terus mengeluarkan kantong jenazah dari dalam gedung melalui jalur utama dan tangga darurat.

Baca Juga:  Sumanto Dorong Petani Maksimalkan Penggunaan Pupuk Organik

Dari pantauan langsung, petugas bergantian masuk ke area yang sudah didinginkan sambil membawa perlengkapan keselamatan lengkap. Mereka berjalan perlahan menembus puing dan ruangan yang masih dipenuhi jelaga. Situasi di dalam bangunan masih menyulitkan karena sebagian struktur dinding dan plafon runtuh akibat panas.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan jumlah korban belum dapat dipastikan karena proses pencarian masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa data final baru dapat disampaikan setelah seluruh area dipastikan aman. “Banyak korban tewas. Belum selesai masih evakuasi,” ujarnya di lokasi.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa sedikitnya 17 orang diduga menjadi korban tewas terdiri dari laki-laki dan perempuan. Namun angka tersebut belum dikonfirmasi secara resmi. Sejumlah pekerja yang berada di lantai tertentu saat kebakaran berhasil diselamatkan dengan menggunakan sling dan tangga darurat, sementara sebagian lainnya terjebak karena akses keluar tertutup asap dan api.

Baca Juga:  Jejak Kemanusiaan Relawan Muhammadiyah di Banjir Sumatra Aceh

Beberapa warga sekitar mengaku melihat asap hitam pekat keluar dari lantai tengah gedung sesaat sebelum api membesar. Mereka berlari menjauh sambil mengabarkan kejadian itu kepada petugas keamanan setempat. Kepulan asap yang membubung tinggi ke udara membuat arus lalu lintas di sekitar Jalan Letjen Suprapto sempat terhenti.

Petugas damkar yang bekerja di lokasi menyebut api sempat menyulitkan proses pemadaman karena banyak material mudah terbakar tersimpan di dalam gedung. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas langsung memulai pencarian korban di setiap lantai sambil memastikan struktur bangunan tidak membahayakan tim yang masuk.

Hingga Selasa sore, garis polisi dipasang mengelilingi area gedung. Petugas kepolisian dan tim identifikasi menunggu proses evakuasi selesai untuk memulai pemeriksaan awal sumber api. Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pemeriksaan menyeluruh baru akan dilakukan setelah seluruh area dinyatakan steril dan aman dari potensi runtuhan.

Baca Juga:  Siswa Baru Eskupat Terbangkan 200 Balon sebagai Tanda dimulainya MPLS Dilingkup Sekolah Dasar

Peristiwa kebakaran di Terra Drone menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan bangunan bertingkat, termasuk kesiapan alat pemadam awal dan jalur evakuasi. Tim pemadam kebakaran bersama pihak kepolisian berjanji akan mengungkap secara lengkap penyebab insiden serta memastikan seluruh korban ditemukan.

Pencarian korban direncanakan berlanjut hingga malam hari atau sampai seluruh lantai dapat dipastikan sudah selesai diperiksa.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!