Dukung Peningkatan SDM Koperasi, Lapenkop Dekopin Jateng Dampingi Pendidikan KDMP Kemenkop di Enam Kabupaten

KARANGANYAR [Berlianmedia] – Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Dekopin Wilayah Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya, dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) koperasi.

Bersama Kementerian Koperasi dan UKM RI, Lapenkop Dekopin Jateng terlibat aktif mendampingi kegiatan Konsolidasi Data dan Monitoring Program (KDMP) yang digelar serentak di enam kabupaten di Jawa Tengah.

Kegiatan yang mengusung tema, Peningkatan Kompetensi bagi Pendamping KDKMP dan bertujuan memperkuat peran para pendamping, dalam pengelolaan serta pengembangan koperasi di daerah, Lapenkop Dekopin Jateng mendapat kepercayaan untuk menyampaikan materi bidang perkoperasian, sebanyak empat Jam Pelajaran (JPL) di setiap titik kegiatan.

Direktur Lapenkop Dekopinwil Jateng, Dra Laili Hidayah Dwi Rini menjelaskan, bahwa materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menekankan pembelajaran praktik yang interaktif.

Baca Juga:  Tangung Jawab Tugas Guru Kian Banyak, Tak Lagi Tentang Akademik Anak Didik

“Untuk materi tata kelola koperasi berdasarkan tujuh prinsip koperasi, kami lengkapi dengan kurikulum khas Lapenkop berupa roleplay ‘Koperasi Kita’. Dengan metode ini, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam situasi nyata,” ujarnya di sela-sela pendidikan perkoperasian di Hotel Lorin, Karanganyar, Rabu (29/10).

Direktur Lapenkop Dekopin Wilayah Jawa Tengah berfoto bersama perwakilan Kementerian Koperasi di sela-sela pendidikan perkoperasian di Hotel Lorin, Karanganyar, Rabu (29/10). Foto : Dok Absa

Selain itu, lanjut Laili, Lapenkop juga memberikan materi mekanisme Rapat Anggota Tahunan (RAT) lengkap, dengan praktiknya.

Peserta Antusias

Suasana pelatihan selama tiga hari di Kabupaten Karanganyar itu tampak semarak. Peserta, yang berjumlah 210 orang, yang dijadikan dalam satu kelas, terlibat aktif, antusias mengikuti sesi simulasi, dengan menggunakan 36 set media pembelajaran mini dan kartu kasus.

Dalam kelompok-kelompok kecil, mereka berdiskusi, memerankan pengurus dan anggota koperasi, hingga menyelesaikan studi kasus yang menggambarkan dinamika koperasi sehari-hari.

Baca Juga:  Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas Digelar di Mranggen, Satlantas Demak Tekankan Pendekatan Preemtif dan Preventif

Salah satu peserta, pendamping koperasi asal Kecamatan Matesih mengaku, metode ini sangat membantu peserta memahami materi

“Biasanya kami belajar lewat ceramah, tapi kali ini langsung praktik. Jadi lebih mudah paham, bagaimana menerapkan prinsip koperasi dalam kegiatan lapangan,” tuturnya.

Apresiasi Ketua Dekopinwil Jateng

Ketua Dekopin Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah Andang Wahyu Triyanto memberikan apresiasi keterlibatan aktif Lapenkop Jateng dalam kegiatan pendampingan pendidikan perkoperasian KDMP itu.

“Pendekatan pembelajaran yang diterapkan Lapenkop terbukti efektif, menumbuhkan semangat dan pemahaman peserta. Kami berharap, hasilnya bisa dirasakan langsung oleh koperasi-koperasi binaan di daerah,” ujarnya.

Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif ini, Lapenkop berharap, para pendamping KDKMP dapat menjadi agen penggerak yang berkompeten dalam mendukung tumbuhnya koperasi modern, tangguh dan berdaya saing di tingkat lokal.

Baca Juga:  Wali Kota kota Semarang Minta Maaf dan Beri Perhatian Khusus Keluarga Korban Kecelakaan Feeder Trans Semarang

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!