Dukung Kelestarian Sumber Daya Air, CCEP Indonesia Ajak Masyarakat Tanam Pohon

UNGARAN[Berlianmedia] – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia bersama masyarakat mengadakan seremoni kegiatan penanaman bibit pohon dan pembuatan biopori yang juga bertepatan dengan Hari Hutan Internasional, Selasa, 21 Maret 2023 lalu.

Sebanyak 1.200 bibit pohon buah unggulan ditanam secara gotong royong oleh perwakilan pemerintah, masyarakat, pelajar, dan CCEP Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang ini juga mengajak masyarakat membuat 100 titik biopori sebagai upaya edukasi dalam memperingati Hari Air Sedunia pada Rabu, 22 Maret 2023.

Edukasi pelestarian air, merupakan bagian dari rencana keberlanjutan This is Forward, khususnya komitmen Coca-Cola Europacific Partners dalam pengelolaan dan menjaga sumber daya air untuk generasi mendatang.

Inisiatif ini diharapkan dapat membangkitkan semangat masyarakat di daerah lain dalam melestarikan lingkungan tempat mereka tinggal.

Baca Juga:  Bakmi GM Hadirkan Promo Menarik Dan Menu Khas Shanghai

”Kita perlu mengubah cara kita menggunakan, mengkonsumsi, dan mengelola air dalam kehidupan kita sehari-hari, langkah kecil yang kita lakukan secara bersama dan berkelanjutan, akan memberi dampak yang besar ” ujar Lucia Karina, Public Affairs & Communications Sustainability (PACS) Director CCEP Indonesia.

Senada, Maduri Kepala Desa Samban menuturkan,  alih fungsi lahan khususnya di Desa Samban untuk pemukiman dan kebutuhan industri meningkat setiap tahunnya. Diperlukan upaya pelestarian yang berkelanjutan agar sumber daya air tetap terjaga untuk dimanfaatkan oleh masyarakat di masa mendatang.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada CCEP Indonesia atas dukungan yang diberikan selama ini, dan berharap inisiatif ini juga dilakukan oleh perusahaan lainnya” tuturnya.

Upaya pelestarian lingkungan melalui adopsi bibit pohon, merupakan bagian dari program Coca-Cola Forest yang telah berjalan sejak tahun 2016 lalu. Sekitar 10.000 bibit pohon telah diadopsi setiap tahunnya oleh masyarakat sebagai langkah penanggulangan bencana seperti tanah longsor, erosi, kekeringan dan kebakaran hutan.

Baca Juga:  Kantor SAR Semarang Siagakan 143 Personil Amankan Nataru

”Komitmen seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, karena dampaknya akan kita rasakan bersama untuk generasi penerus kita,” ujar Pujiharini, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah III.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!