DPRD Jateng Tekankan Pentingnya Intervensi Penanganan Kemiskinan di Brebes

BREBES [Berlianmedia]– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menyatakan pentingnya intervensi semua pihak, terutama untuk penanganan masalah kemiskinan yang ada di Kabupaten Brebes, supaya permasalahan tersebut bisa teratasi. Data yang akurat, anggaran, serta komitmen menjadi modal kuat penanganan masalah kemiskinan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi E Messy Widiastuti saat membuka pertemuan dengan jajaran Pemkab Brebes termasuk di dalamnya Pj Bupati Djoko Gunawan di Pendapa Kabupaten, Kamis (16/1).

“Seperti di Brebes, masih saja peringkat kedua daerah termiskin di Jateng. Ada apa ini. Kenapa dari tahun ke tahun tidak ada perubahan. Kendalanya apa,” tanya dia.

Messy juga menekankan, bahwa DPRD Provinsi Jateng serius dalam intervensi kebijakan untuk penanggulangan kemiskinan. Semua program yang dilakukan oleh Pemda harus tetap dilakukan, maka memang harus ada spesifikasi di tiap kabupaten kota di Jawa Tengah. Dengan demikian penanggulangan kemiskinan secara tepat.

Baca Juga:  Kawal Program MBG, Pemkab Kudus Pasang CCTV di Seluruh Dapur

“Kami meminta komitmen dari kepala daerah untuk menanggulangi kemiskinan, DPRD Provinsi Jateng serta OPD di Jateng mendukung semua program penuntas kemiskinan,” ucap Messy.

Anggota Komisi E, Bagus Suryokusumo mengakui, program pelatihan setidaknya dapat membantu mengurangi kemiskinan. Masyarakat menjadi berdaya telah memiliki pelatihan. Oleh karena itu harus spesifik dalam hal pendataan permasalahan yang membuat Brebes masih berada di zona kemiskinan. Ketika sudah fokus ke permasalahan tersebut baru penanggulangan supaya lebih efisiensi.

DPRD Jawa Tengah menyatakan pentingnya intervensi semua pihak, terutama untuk penanganan masalah kemiskinan yang ada di Kabupaten Brebes, supaya permasalahan tersebut bisa teratasi. Foto : Dok Ist

 

“Itu sangat penting, karena dengan pendidikan yang baik bisa meningkatkan SDM yang berkualitas,” ujar mantan pelaku di bidang pendidikan itu.

Senada dengan bagus, Dipa Yustisia dari fraksi Golkar juga menyarankan, agar adanya intervensi dari pemda kepada investor yang masuk ke kabupaten Brebes.

“Data yang saya dapatkan, jika Kabupaten Brebes sedang kekurangan tenaga kerja, itulah salah satu faktor kemiskinan di Brebes. Maka dari itu, kita harus mewajibkan kepada investor/pabrik yang di Brebes melakukan kontrak dengan beberapa SMK untuk mengisi kekosongan ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ganjar Diundang ke Sulbar, Diminta Sharing Penanganan Stunting dan Integritas

Selain melakukan pelatihan individu dan perkembangan UMKM, juga harus melihat pasar dan harus punya langkah kedepannya ketika masyarakat mendapatkan pelatihan menjahit, maka harus ada wadah kemana mereka bisa mendapatkan penghasilan dari ketrampilan tersebut jika kita tidak menaruh/ menyediakan pasarnya.

“Kita harus lebih serius dalam pendataan permasalahan kemiskinan ini agar dapat ditanggulangi dengan tepat,” ujarnya.

Dari penyampaian anggota DPRD Jateng tersebut, dijawab oleh Djoko Gunawan, sesuai data sampai Maret 2024, persentase penduduk miskin sebesar 15,60 persen, menurun sebesar 0,18 persen poin dibanding Maret 2023. , Perkembangan penduduk miskin Kabupaten Brebes secara umum selama kurun waktu 14 tahun terakhir baik secara persentasenya berfluktuasi dengan tren menurun.

“Di Kabupaten Brebes kami memiliki beberapa program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga. Program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, Program pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil, program satu OPD satu desa dampingan, penggunaan dana desa untuk pengentasan kemiskinan,” ucapnya.

Baca Juga:  BPBD Bersama Semen Gresik Bantu Korban Kebakaran Pasar Medang

Dinas Sosial Kabupaten Brebes juga berperan dalam penanggulangan kemiskinan, meliputi mengoordinasikan penyusunan kebijakan umum dan teknis, pelaksanaan kegiatan verifikasi dan validasi data kemiskinn, pelaksanaan kegiatan penanganan fakir miskin dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan usaha mikro.

“Kami berusaha dengan adanya program tersebut tahun 2025 ini kab Brebes bisa keluar dari 2 besar,” tegas Pj Bupati.

 

Caption : DPRD Jawa Tengah menyatakan pentingnya intervensi semua pihak, terutama untuk penanganan masalah kemiskinan yang ada di Kabupaten Brebes, supaya permasalahan tersebut bisa teratasi. Foto : Dok Ist

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!