Disdik Semarang Gandeng Orang Tua Cegah Cyber Bullying Lewat Gawai

SEMARANG [Berlianmedia] – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengajak masyarakat, khususnya orang tua siswa, untuk lebih aktif dalam mencegah terjadinya cyber bullying yang marak terjadi melalui gawai atau telepon genggam.

Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menjelaskan bahwa upaya pencegahan perundungan di sekolah sejatinya sudah berjalan, termasuk berbagai inovasi yang dilakukan pihak sekolah. Namun, perkembangan media sosial menghadirkan bentuk-bentuk baru kekerasan yang sulit dideteksi.

“Kalau perundungan fisik biasanya mudah terlihat, tapi cyber bullying ini lebih sulit dikendalikan. Sekolah tidak bisa bekerja sendiri, harus bersama-sama dengan orang tua,” tegas Bambang dalam kegiatan Ngopi Bareng (Ngobrol Penting Bersama Stakeholder Pendidikan) bertema “Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan”, Senin lalu.

Menurut Bambang, anak-anak sering kali menggunakan gawai di rumah bersama teman-temannya, sehingga pengawasan orang tua menjadi kunci. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tugas sekolah, melainkan juga keluarga dan lingkungan.

Baca Juga:  Panglima TNI Pimpin Sertijab Asintel Baru

“Orang tua perlu memperhatikan apa yang dilihat anak di handphone, bagaimana interaksinya dengan teman. Jangan sampai mereka justru menjadi pelaku cyber bullying,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, menambahkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Menurutnya, pola pikir masyarakat yang hanya menyerahkan tanggung jawab pendidikan pada sekolah harus segera diubah.

“Orang tua jangan hanya nitip anak ke sekolah lalu lepas tangan. Harus ikut terlibat, tahu perkembangan anaknya, tahu sikapnya, dan komunikasi dengan guru. Sebaliknya, guru juga wajib memberikan laporan yang jujur tentang perkembangan anak didiknya,” kata Mualim.

Diskusi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari praktik perundungan, baik secara langsung maupun melalui dunia maya.

Baca Juga:  Korupsi Bansos Banjir Samosir Mengoyak Kepercayaan Publik

 

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!