Densus 88 Usut Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung
BANDUNG[Berlianmedia] – Bom bunuh diri terjadi di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12), saat anggota Polsek melakukan apel pagi pukul 08.20 WIB.
Kapolrestabes Bandung, Kombes. Pol Aswin Sipayung mengatakan, jika kejadian bom bunuh diri terjadi saat anggota Polsek Astana Anyar apel pagi pukul 08.20 WIB. Namun, tiba-tiba ada seseorang laki-laki masuk ke Mapolsek dengan mengacungkan senjata tajam dan menerobos barisan apel pagi.
“Seketika para anggota menghindar kemudian ada ledakan. Sekarang pelaku membawa bom meninggal dunia di lobi polsek. Tiga orang anggota kami mengalami luka-luka, sekarang dirawat di Rumah Sakit Polri,” ujar Kapolrestabes Bandung, seperti dilansir dari laman Humas Polri.
Menyusul kejadian itu, Polri pun langsung menerjunkan Tim Densus 88 Antiteror Polri. Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar menambahkan, pihaknya melakukan olah TKP dan mengumpulkan serpihan material yang ada di lokasi.
“Kita akan bekerja secara cepat untuk mengungkap peristiwa bom bunuh diri tersebut. Kita juga sedang mendalami kasus ini,” tuturnya.
Akibat peristiwa tersebut, tiga orang anggota Polisi jadi korban luka dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Sedangkan radius 200 meter TKP dipasangi garis polisi dan disterilkan.
Sementara itu, terduga pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, AS (34) ternyata menetap di rumah kos di Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Dia dikenal sebagai tukang parkir, sudah kost sekira 1,5 tahun terakhir, bersama istri dan 1 anaknya.
Ketika ditelusuri pers, rumah kos terduga di Siwal Baki sudah terkunci, tetangganya, Endang mengatakan tadi pagi istri AS masih ada tapi siang sudah pergi. Menurut Endang, istrinya AS pergi sekitar pukul 10.00 WIB, dijemput siapa tidak tahu.
“Tadi pagi baru tahu, istrinya nangis, saya Tanya mbak ada apa? Istrinya menunjukkan gambar sambil nangis. Orangnya tertutup. Katanya jenasahnya disini saat mau pergi tiba tiba dijemput dan pergi kemana tidak tahu,” tutur Endang.
Endang menambahkan, pasutri tersebut tertutup dan jarang bergaul. Tetangga tahunya AS bekerja sebagai tukang parkir di Solo, tapi beberapa waktu lalu mengaku akan ganti jualan pukis.
“Orangnya akhir-akhir ini sering pergi, saat istrinya ditanya katanya kerja, mau cari modal,” ujar Endang.


