Cuaca Kota Semarang Hari Kamis Ini, Ancaman Genangan Mengintai Sejumlah Titik Rawan Malam Ini

SEMARANG [Berlianmedia]— Hujan yang telah mengguyur Kota Semarang sejak pagi hari ini Kamis, 5 Februari 2026, membuat kondisi tanah dan saluran air berada dalam situasi rentan.

Jika hujan kembali turun pada malam hari seperti yang diprakirakan Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi genangan dan banjir lokal berisiko terjadi di sejumlah titik rawan, yang selama ini dikenal langganan air.

Prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan hujan ringan berpeluang terjadi pada pukul 18.30 hingga 19.00 WIB, dengan peluang presipitasi 30 persen. Meski intensitasnya ringan, hujan susulan pada malam hari patut diwaspadai karena air hujan sebelumnya belum sepenuhnya surut, sementara aktivitas warga masih tinggi pada jam pulang kerja.

Baca Juga:  MTF Dorong Pertumbuhan Ekosistem Mobil Listrik

Sejumlah titik yang kerap mengalami genangan di Kota Semarang perlu diwaspadai, seperti Kaligawe dan sekitarnya, termasuk jalur arteri dan kawasan industri
Genuk dan Terboyo, terutama permukiman rendah dan area dekat sungai Jalan Raya.

Kemudian Mangkang–Krapyak, saat hujan turun bersamaan dengan pasang air. Lalu Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat, khususnya di permukiman padat bantaran Pedurungan dan Gayamsari, pada kawasan drainase tersier yang padat Semarang Utara, termasuk wilayah pesisir yang rentan rob dan limpasan air hujan.

Kondisi cuaca saat ini menunjukkan suhu 27 derajat Celsius, terasa hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan 82 persen dan kecepatan angin 11 km/jam. Kombinasi hujan berulang, kelembapan tinggi serta sistem drainase perkotaan yang bekerja ekstra, meningkatkan risiko genangan cepat, terutama pada malam hari saat pengawasan lingkungan menurun.

Baca Juga:  MWCNU Ungaran Timur; Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama Tegaskan untuk Kemakmuran Indonesia

Ancaman genangan bukan sekadar soal terganggunya lalu lintas, tetapi menyentuh langsung keamanan warga, kelangsungan aktivitas ekonomi malam serta keselamatan kelompok rentan seperti pekerja shift, pedagang kecil dan warga permukiman padat.

Pemerintah Kota Semarang didorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan di titik-titik rawan, memastikan pompa air dan saluran utama berfungsi optimal serta menyampaikan peringatan dini berbasis wilayah, agar warga dapat melakukan antisipasi lebih awal.

Cuaca tidak dapat dikendalikan, namun risiko banjir dan genangan seharusnya bisa ditekan dengan kesiapan dan keberpihakan pada keselamatan warga. Malam ini, kewaspadaan menjadi kunci agar hujan tidak kembali meninggalkan dampak sosial yang berulang.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!