Belasan Kelompok Seni Rakyat Tampil di Acara “Terima Kasih Jawa Tengah”
SEMARANG[Berlianmedia] – Suara gamelan mengalun mengiringi para penari yang tampil pada gelaran “Terima Kasih Jawa Tengah”, Selasa (5/9). Ada 17 kelompok kesenian rakyat dari enam eks keresidenan di Jawa Tengah yang turut menambah gayeng pesta rakyat di penghujung masa jabatan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Penampilan kesenian rakyat, di antaranya reog, juda lumping atau jathilan dan lain sebagainya itu sebagai ungkapan terima kasih seniman kepada Ganjar, yang telah dua periode memimpin Jawa Tengah dengan baik, di antaranya peduli terhadap pelestarian budaya dan seni.
Hadi Sutrisno, anggota Kelompok Seni Bansari Manunggal Temannggung mengaku sengaja datang dan menampilkan seni tari untuk Ganjar yang telah purna tugas sebagai Gubernur.
“Iya, ini acara untuk memeriahkan ‘Terima Kasih Jawa Tengah”. Kami sangat maturnuwun kepada Pak Ganjar karena telah diperhatikan sebagai seniman,” ujarnya.
Di desanya, lanjutnya, telah mendapat bantuan berupa gamelan dari Ganjar. Gamelan itu saat ini menjadi sarana untuk melestarikan kesenian di desanya.
“Pak Ganjar sangat perhatian kepada seniman. Kami diberi bantuan gamelan,” tuturnya.
Bukan hanya kesenian, menurutnya, Ganjar, juga sangat peduli kepada masyarakat Temanggung, yang mayoritas petani tembakau.
“Kemarin hadir saat acara festival tembakau di Bansari. Pak Ganjar baik,” ujarnya.
Senada Penggerak Kelompok Seni Kiai Gede Mangkukuan Temannggung, Sukoyo menuturkan, seniman datang ke acara “Terimakasih Jawa Tengah” dengan ikhlas demi menghormati Ganjar Pranowo.
“Iya karena Pak Ganjar banyak membantu seniman,” tuturnya.
Gelaran “Terima Kasih Jawa Tengah” adalah puncak dari serangkaian acara masa akhir jabatan Ganjar Pranowo dalam memimpin Jawa Tengah. Selain kesenian rakyat, kali ini juga dimeriahkan NDX AKA, Ndarboy Gank, Woro Widowati, Aftershine, dan Vicky Prasetyo.


