Petani Boyolali Mulai Memasuki Masa Panen Bawang Merah

BOYOLALI[Berlianmedia] – Stok bawang merah di wilayah Boyolali dipastikan aman, menyusul masa panen petani sudah berlangsung, sejak Rabu (23/11).

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali Bambang Jiyanto mengatakan, lahan pertanian bawang merah Desa Jerukan ini seluruhnya 50 hektare yang tidak ditanami secara serempak, sehingga bisa panen secara bertahap.

Dia menambahkan, pada lahan seluas 2.500 meter persegi, bisa menghasilkan bawang merah 13 kuintal. Penjualan pascapanen pun mudah.

“Ini salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya inflasi akibat bawang merah,” ujarnya.

Di wilayah Boyolalai, lanjutnya, saat ini tanaman bawang merah yang sedang berdiri (standing crop) di lahan ada sekitar 639 hektare yang tersebar di beberapa wilayah meliputi Cepogo 355 hektare, Selo 226 hektare, Juwangi 50 hektare, Tamansari 4 hektare, serta Nogosari dan Ngemplak masing-masing 2 hektare.

Baca Juga:  Ketua KPPG Jawa Tengah Serukan Kadernya Menangkan Partai Golkar di Pilkada 2024

Hingga Oktober 2022, lahan yang sudah dipanen seluas 1.310 hektare, dengan produksi bawang merah mencapai sebanyak 75.486 kuintal, sehingga kebutuhan bawang merah untuk Boyolali dan sekitarnya dipastikan aman.

“Petani diharapkan dalam menanam jangan bebarengan. Jadi kalau bisa ada komunikasi antardaerah,” tutur Bambang.

Kepala Desa Jerukan Suprat menuturkan, jumlah penduduk Desa Jerukan kurang lebih 3.074 jiwa dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani. Pertanian di desanya pun berkembang baik, karena petani sudah berani menanam bawang merah, melon, dan cabai. Sebelumnya, petani hanya sebatas menanam padi, kedelai dan jagung.

“Sekarang petani sudah modern sudah mau berani spekulasi untuk menanam bawang merah, juga menanam melon dan lombok (cabai),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur, Somadi menyamaikan rasa syukurnya atas keberhasilan panen bawang merah di daerahnya. Dari lahan seluas 1.800 meter persegi dan modal awal Rp20 juta, bisa memperoleh hasil penjualan Rp35 juta.

Baca Juga:  Semarang Sedang Tidak Baik-Baik Saja, LSM Soroti Aroma KKN di Pemerintahan Baru

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan perhatian, melalui bantuan alat mesin pertanian berupa cultivator,  yang kini digunakan para petani bawang merah.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, dengan adanya bantuan-bantuan yang dikucurkan kepada kami, khususnya kepada petani Desa Jerukan, yang berupa apapun. Salam Metal buat Pak Bupati,” tuturnya.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!