Duel Penentuan Untuk Mengincar Satu Tempat Agar Lolos Fase Grup

Timnas Meksiko akan berhadapan dengan Timnas Polandia di Stadion 974, Selasa (22/11) pukul 23.00 wib. Kedua Negara ini berada di Grup C bersama Argentina dan Arab Saudi.

Jadi secara tidak langsung pertandingan ini akan menjadi penentuan siapa yang bakal menemani Argentina yang notabene diunggulkan untuk lolos dari Grup C atau lebih tepatnya adalah partai hidup mati jika ingin menuju fase knock out.

Polandia sendiri memiliki skuad yang lebih baik di atas Meksiko. Namun perlu diketahui jika Meksiko memiliki gaya bermain yang tidak bisa diprediksi dengan mudah. Dan Meksiko selalu tampil all out jika berlaga di ajang Piala Dunia.

Meksiko selalu membuat gebrakan yang cukup mengejutkan dan kadang menjelma menjadi tim yang menakutkan tanpa bisa dikalahkan. Sehingga Meksiko tidak bisa dianggap sepele bagi siapapun yang akan berhadapan dengan skuad di bawah asuhan Gerardo Martino tersebut.

Sejauh ini Meksiko dan Polandia sudah bertemu sebanyak 8 kali dari berbagai pertandingan. Dari delapan laga tersebut keduanya berbagi hasil yaitu sama-sama pernah menang sebanyak 3 kali dengan catatan 2 kali seri.

Timnas Polandia akan memainkan strategi 3-5-2 attacking dan terkadang berubah menjadi 5-3-2 atau 4-4-2 sedangkan Meksiko memainkan formasi 4-3-3 attacking dan bertranformasi menjadi 4-2-3-1.

Baca Juga:  PC 1133 FKPPI Kota Semarang Hadiri Malam Penganugrahan Ormas Award 2024

Anak asuhan Czeslaw Michniewicz sangat berharap akan sosok goal getternya yaitu Robert Lewandowski. Kemampuan pemain ini sebagai seorang striker tidak perlu diragukan lagi. Pintar dalam penempatan posisi dan juga mampu membuat gol dalam kondisi apapaun termasuk posisi mendapat tekanan dari bek lawan.

Keunggulan bola atas juga menjadi senjatanya selain itu menarik bek lawan untuk membuka ruang bagi rekannya adalah semua keunggulannya.

Selain itu lini tengah Polandia juga patut diwaspadai dengan kehadiran Piotr Zielinski. Pemain yang sukses membawa Napoli di Liga Italia dan Champions mempunyai kemampuan daya jelajah cukup tinggi.

Pergerakannya untuk selalu naik saat membangun serangan dengan dribble yang khas sebenarnya bukan ciri khas permainan sepakbola eropa yang sejatinya permainan Polandia hampir mirip dengan skema Denmark.

Kedua sayap Polandia dalam skema 5 pemain tengah juga sangat dominan dalam permainan Polandia, jika serangan Polandia akan buntu melalui ruang tengah melalui direct pass atau umpan terobosan bola pendek.

Disaat itulah sayap Polandia yang mempunyai kecepatan akan mengexploitasi sisi sayap pertahanan Meksiko. Melalui pergerakan dribble dan umpan lambung jelas sangat berbahaya jika sampai berhasil ke tahap itu.

Karena Lewandowski atau Milk sangat piawai dan cerdik dalam memanfaatkan bola atas entah itu melalui sundulan atau sekali kontrol untuk dikonversi menjadi gol.

Baca Juga:  USM Akan Gelar Pasar Murah Di 7 Kecamatan Kota Semarang

Sedangkan gelandang bertahan kemungkinan akan ditempati oleh Krychowiak, Gelandang berusia 32 tahun ini selalu berada ditengah garis lapangan untuk menjadi penyeimbang atau mengatur tempo permainan Polandia sesungguhnya.

Permainan sepakbola Polandia terkesan taktis dan lugas ditambah juga piawai dalam memanfaatkan beberapa peluang terutama peluang yang tercipta dari set piece entah tendangan bebas ataupun sepak pojok. Hal ini juga menjadi catatan untuk Meksiko mengingat Polandia unggul dalam hal tinggi badan dan fisik.

Meksiko sendiri akan berharap kepada penjaga gawang veterannya Guilermo Ochoa. Pemain berusia 37 tahun ini selalu tampil fenomenal saat menjaga gawang Meksiko di pentas dunia.

Ketepatan dalam membaca arah bola dan keberanian dalam mengambil keputusan sangat dibutuhkan oleh lini pertahanan Meksiko agar bisa tenang dan tidak kebobolan gol.

Sedangkan untuk pola serangan yang patut diwaspadai lini belakang Polandia adalah pergerakan Hirving Lozano yang menempati pos sayap penyerang kanan. Pergerakan pemain ini sangat lincah dalam dribble ataupun melepaskan tembakan.

Moncer kembali bersama Napoli Lozano juga sering membuat keputusan sendiri jika sudah berada di luar atau di dalam kotak pinalti lawan. Keegoisannya justru kadang menjadi sebuah keuntungan untuk Meksiko.

Baca Juga:  Pesantren Jalanan Ridho Allah Buka Warung Ikhlas Bantu Masyarakat Miskin

Ditambah kehadiran Raul Jimenez sebagai goal poacher, pemain satu ini hampir bertipe sama dengan Lewandowski. Sama-sama bertubuh besar dan tinggi tetapi sedikit keunggulan Jimenez adalah meski tinggi kemampuan mendribble bola juga sangat piawai.

Sedangkan kemungkinan untuk tugas menjaga Lewandowski akan diberikan kepada Edson Alvarez. Gelandang bertahan yang juga mampu bermain sebagai bek tentunya akan membuat pergerakan Lewandowski semakin sulit. Ditambah Alvarez sedikit unggul dengan Lewandowski dalam hal tinggi badan.

Permainan Meksiko hampir mirip dengan permainan sepakbola amerika latin. Mereka lebih nyaman bermain dengan bola-bola pendek. Tetapi memainkan bola secara sporadik dan kadang bermain tanpa taktikal menjadi ciri khasnya.

Untuk menutup permainan Polandia yang bermain kolektivitas tidak memungkinkan Meksiko akan bermain sedikit lebih kasar agar distribusi bola dari tengah ke depan dead lock.

Sedangkan Polandia akan coba bermain leluasa dengan memanfaatkan keunggulan tinggi badan para pemainnya dan ditambah dengan memainkan sedikit sentuhan khas sepakbola eropa.

Jadi mari kita tunggu pertandingan malam ini dan siapa yang layak mendampingi Argentina untuk melaju ke babak fase knock out.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!