Mahfud MD Kembali Meminta Iwan Bule Mundur Dari Ketum PSSI

JAKARTA[Berlianmedia] – Menko Polhukam yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD kembali mendesak Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) mundur segera sebagai tanggung jawab moral atas Tragedi Kanjuruhan.

Mahfud menambahkan, kenapa ia kembali mendesak Iwan Bule untuk mundur? Karena sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada rakyat Indonesia dan kepada korban yang meninggal. Ia bahkan tak menutup kemungkinan akan ada jeratan pidana.

Mahfud juga meyarankan semua pengurus PSSI harus diganti melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

“Satu, tanggung jawab pidana karena sudah menewaskan banyak korban. Lalu yang kedua, sebagai tanggung jawab moral harus mundur. Segera KLB, ganti pengurusnya dan susun lagi,” sebut Mahfud dalam video yang diunggah oleh Kompas TV (1/11).

Baca Juga:  Unissula Raih Predikat Sebagai PTS Terbaik di Jateng

Dalam pembicaraannya itu, Mahfud mengetahui jika dirinya (pemerintah) tidak bisa bertindak langsung untuk memecat Ketua Umum PSSI dari jabatannya. Karena PSSI merupakan turunan dari FIFA yang sudah dijelaskan juga dalam laporan yang ditulis oleh TGIPF.

“Kita bilang, ya anda (Iwan Bule) tidak boleh kita pecat karena anda orangnya FIFA tetapi anda punya tanggung jawab moral ke rakyat Indonesia, maka harus mundur,” tambahnya.

Sebelumnya, Iwan Bule selaku Ketum PSSI mengumumkan dalam kanal Youtube PSSI TV bahwa PSSI akan segera melakukan Kongres Luar Biasa.

“Kongres Luar Biasa akan kami mulai dengan berkirim surat pemberitahuan kepada FIFA berisi usulan digelarnya kongres,” ucap Ketum PSSI, Sabtu (29/10).

Sedangkan Anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Cahyani Sungkono mengatakan, ia dan semua koleganya (Pengurus PSSI dan Anggota Exco PSSI) sangat begitu mencintai sepakbola Indonesia dan tidak mencintai jabatan di PSSI.

Baca Juga:  Kota Semarang Kembali Diminati Banyak Investor

Jika dibutuhkan transformasi dan percepatan KLB, maka ia bersedia untuk perubahan yang lebih baik.

“Kami (PSSI) merasa jika dibutuhkan untuk transformasi sepakbola ini menjadi lebih cepat dengan percepatan KLB, kenapa tidak? Jujur saya sampaikan bahwa kami mencintai sepakbola bukan mencintai jabatan kami,” tuturnya seperti dilansir oleh cnnindonesia.com (31/10).

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!