GAPERKASINDO Tegaskan Nitrit pada Makanan Bukan Semata Dampak Pupuk Urea
GAPERKASINDO Tegaskan Nitrit pada Makanan Bukan Semata Dampak Pupuk Urea
JAKARTA[Berlianmedia] — Ketua Umum Gabungan Pengusaha Pertanian dan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPERKASINDO), Hasyari Nasution, menegaskan bahwa kandungan nitrit pada bahan pangan tidak sepenuhnya disebabkan oleh penggunaan pupuk nitrogen atau urea dalam sektor pertanian.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan saat menunaikan ibadah haji di Mekah, baru batu ini, Hasyari menjelaskan bahwa kontribusi pupuk nitrogen terhadap kandungan nitrit pada bahan makanan relatif kecil.
“Persentase kandungan nitrit yang berasal dari pupuk nitrogen atau urea hanya sekitar 20 persen,” ujarnya.
Menurut Hasyari, nitrit dari pupuk urea tidak secara langsung menyebabkan keracunan. Namun, dalam kondisi tertentu, senyawa tersebut dapat berubah menjadi nitrosamin di dalam tubuh manusia yang berpotensi bersifat karsinogenik.
Meski demikian, ia menilai para petani pada umumnya telah memahami risiko penggunaan pupuk nitrogen secara berlebihan. Penggunaan yang tidak tepat justru dapat merugikan petani sendiri karena berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman hingga menyebabkan gagal panen.
“Petani sangat sadar bahwa penggunaan pupuk urea yang berlebihan dapat merusak tanaman. Jadi kecil kemungkinan mereka menggunakan pupuk secara berlebihan,” katanya.
Pria yang telah lebih dari 38 tahun berkecimpung di sektor pertanian dan perkebunan itu menilai, tingginya kandungan nitrit dalam pangan lebih banyak dipengaruhi lemahnya pengawasan pada rantai pasok makanan. Faktor tersebut meliputi infrastruktur, higiene dapur, pengendalian mutu bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi produk kepada masyarakat.
Hasyari juga menyayangkan adanya pernyataan dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai cenderung menyudutkan petani sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kandungan nitrit pada makanan.


