Cek Lokasi, Gubernur Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya

SEMARANG [Berlianmedia]– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Kota Surakarta. Bantuan tersebut sebagai bentuk respons tanggap darurat terhadap masyarakat terdampak.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau lokasi banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, didampingi Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Ade Eliana, Rabu (5/4).

Gubernur ingin memastikan penanganan banjir di wilayah Solo Raya segera dilakukan. Saat mengunjungi lokasi banjir di Karangnyar, rombongan berjalan kaki menyusuri pematang untuk sampai ke lokasi pemukiman warga. Beberapa warga nampak kaget melihat Gubernur beserta Bupati dan Wakil Bupati.

“Pak Gubernur, Pak Bupati, monggo pinarak, Pak. Tapi rumahnya tergenang,” kata seorang warga. Gubernur pun dengan sopan membalas sapaan warga.

Baca Juga:  Tanggapi Warga Lengkong Tujuh Bulan Terendam Banjir, Wagub: Kita Harus Kerahkan Pompa

“Ya, tetap semangat nggih. Ini saya sama Pak Bupati dan Wakil Bupati. Kita tinjau bareng-bareng. Semoga genangan airnya segera surut,” kata Ahmad Luthfi.

Gubernur menjelaskan akan berkoordinasi dengan BBWS, terkait penanganan jangka panjang di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo. Langkah sementara yang diupayakan adalah pemasangan parabag.

“Kalau bicara kewenangan, ini adalah wewenang BBWS, tetapi saya sudah koordinasi dengan Bupati. Kita bisa mengajukan untuk parabah (trapbag) sepanjang 200 meter. Untuk air sudah mulai surut,” jelasnya.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga menegaskan dinas-dinas terkait dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sudah diterjunkan ke lokasi. Mulai dari Dinas Sosial, BPBD, hingga Dinas PUPR.

“Dinas kita sudah berjalan, masih terus didata,” katanya.

Saat bersamaan, Pemerintah Provinsi Jateng mengirim bantuan ke Kota Surakarta. Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan, bantuan yang dikirim berupa kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan para korban selama masa penanganan bencana. Hal itu dilaksanakan sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi.

Baca Juga:  Masyarakat Tak Perlu Panik, Stok BBM dan Elpiji di Jateng Aman Penuhi Kebutuhan Masyarakat

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak banjir, agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji sebanyak 100 paket senilai Rp 7.603.500, lauk pauk siap saji 100 paket senilai Rp 3.979.300, tenda keluarga 3 unit senilai Rp 18.301.680, kasur 30 lembar senilai Rp 12.121.200, tenda gulung 30 lembar senilai Rp 7.009.650, selimut 50 lembar senilai Rp 4.884.950, family kit 40 paket senilai Rp 16.632.240, serta kids ware 24 paket senilai Rp 11.304.000. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp 81.836.520.

“Kami pastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat terdampak. Semua kebutuhan darurat tercukupi,” terangnya.

Pemprov Jawa Tengah memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap menambah bantuan apabila diperlukan, seiring upaya pemulihan bagi warga terdampak banjir di Surakarta.

Baca Juga:  Pemprov-Baznas Jateng Tekan Kemiskinan, Zakat Jadi Motor Utama

“Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait dengan kondisi di lokasi bencana,” tandasnya.

Diketahui, bencana banjir melanda di tiga kecamatan di Surakarta. Antara lain Kecamatan Laweyan, Pasar Kliwon dan Serengan. Banjir tersebut diakibatkan luapan Kali Jenes.
.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!