SMK N 1 Rembang Siap Buka Kelas Industri untuk Ajaran Baru 2026/2027

REMBANG [Berlianmedia] – SMKN 1 Rembang bersiap buka kelas baru bidang industri untuk tahun ajaran baru 2026/2027. Ketika ditemui awak media diruang kerjanya Kamis (27/2) Kepala SMKN 1 Rembang Widodo M.Pd menjelaskan bahwa prioritas kami untuk tahun depan akan membuka kelas baru Industri. Untuk kelas industri kita menggandeng LPK yang akan memberangkatkan anak- anak kita ke negara Jepang di naungi oleh PT JIC yang berkantor pusat di Yogyakarta, ujar dia.

Jadi nanti anak-anak yang akan berangkat dari kelas industri ini akan diseleksi. Untuk seleksi ini juga akan diikuti oleh anak -anak diluar Rembang, dari Pati, Juana dan juga Blora.

Bagi anak-anak yang sudah lolos seleksi nantinya akan diskursus bahasa jepang dan juga akan dikenalkan budaya Jepang agar nantinya saat bekerja di negeri Sakura mereka paham tata aturan dan budayanya.

Lanjut dia, untuk Kesiapan kelas? industri kami sudah menyiapkan guru yang sudah mengikuti TOT dan juga akan ada pendampingan bagi guru di bidang industri. Kami juga sudah menyiapkan guru untuk bisa menguasai bahasa jepang dan ruang kelas yang memadai.

Manfaat dibukanya jurusan industri bagi siswa SMK adalah untuk meningkatkan Keterampilan keterampilan praktis dan teknis yang dibutuhkan di dunia industri serta memberikan Lulusan jurusan industri memiliki kesempatan kerja yang lebih luas, karena industri selalu membutuhkan tenaga kerja yang terampil.

Disisi lain Jurusan industri nantinya dapat membantu siswa SMK meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja, karena mereka memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, memiliki potensi penghasilan yang lebih tinggi, karena mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan di industri.

Dengan dibukanya jurusan industri ini kami berharap dapat membantu siswa SMK meningkatkan kemandirian dan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan di dunia industri, meningkatkan kemampuan inovasi dan kreativitas mereka, karena mereka diajarkan untuk berpikir kritis dan mencari solusi, meningkatkan hubungan dengan industri, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman kerja dan kesempatan magang serta kesempatan kerja, dan daya saing di pasar kerja, pungkasnya. (Sigit)

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!