Ketua Umum PPP Mardiono : Muswil Bukan Sekadar Kursi Lima Tahunan, Namun Jadi Titik Balik Perjuangan Hidup Rakyat

SEMARANG [Berlianmedia]- Musyawarah Wilayah (Muswil) tidak hanya sekadar menjadi ruang formal pembentukan kepengurusan lima tahunan, namun lebih dari itu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memposisikan forum itu sebagai momentum strategis, untuk merumuskan arah perjuangan politik yang lebih besar dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono, usai membuka Muswil PPP Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah, di Ballroom Hotel Patra Jasa Kota Semarang, Sabtu (7/2).

“Setelah pembukaan, agenda Muswil memasuki tahap permusyawaratan yang telah dirancang secara sistematis dalam materi sidang. Tahapan demi tahapan diarahkan bukan hanya untuk konsolidasi internal, tetapi juga untuk menyusun agenda politik jangka menengah hingga panjang, khususnya menyongsong Pemilu 2029,” jelasnya.

Fokus utama perjuangan ke depan, lanjutnya, adalah bagaimana partai hadir secara nyata dalam membantu perekonomian rakyat. Sinergi dengan program-program pemerintah menjadi kunci, agar setiap kebijakan negara tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Baca Juga:  Ganjar Terus Dukung Pengelolaan Zakat di Jateng

“Program pemerintah harus dikawal, dijaga dari penyimpangan dan diarahkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” pesan anggota utusan khusus Presiden bidang ketahanan pangan itu.

Dikatakan pula, cita-cita kemerdekaan, sebagaimana ditekankan, adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dalam negara demokrasi, kedaulatan berada di tangan rakyat, baik kedaulatan politik maupun kedaulatan ekonomi.

Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono usai membuka Muswil DPW PPP Jawa Tengah, di Ballroom Hotel Patra Jasa Kota Semarang, Sabtu (7/2). Foto : Absa

“Karena itu, insan politik dituntut untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar, memperjuangkan dan menghantarkan rakyat menuju kehidupan yang lebih layak dan sejahtera,” tegas Mardiono.

Tantangan Politik Semakin Berat

Menghadapi Pemilu 2029, Mardiono menyatakan, bahwa tantangan politik dinilai semakin berat. Jumlah partai peserta pemilu diperkirakan bertambah, sementara komposisi pemilih juga mengalami pergeseran signifikan. Sekitar 60 hingga 70 persen pemilih mendatang berasal dari generasi Z dan milenial.

Baca Juga:  KPK dan MA Bentengi Calon Hakim dengan Pendidikan Anti Korupsi dan Penguatan Integritas

“Kondisi ini menuntut perubahan cara berkomunikasi politik, lebih adaptif, lebih terbuka dan selaras dengan dinamika zaman,” ungkap pemilik jasa logistik bernama PT Buana Centra Swakarsa.

Meski demikian, ditegaskan pula bahwa identitas perjuangan partai tetap berakar kuat dan Partai PPP bukanlah partai agama, tetapi partai yang berlandaskan nilai-nilai Islam dalam etika dan moral perjuangan politik. Prinsip amar ma’ruf nahi munkar menjadi pijakan, agar politik tidak dijalankan semata-mata untuk menang, melainkan juga menjunjung tinggi moralitas dan keadaban publik.

“Sejarah perjuangan Rasulullah SAW dijadikan teladan, bagaimana persatuan umat didahulukan, konflik diselesaikan dan perjuangan dijalankan dalam koridor nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Nilai inilah yang ditegaskan tidak boleh ditinggalkan dalam setiap langkah politik PPP,” tegasnya.

Baca Juga:  Masa Mudik Lebaran, 33% Tiket Kereta Api di Daop 4 Semarang Telah Terjual 

Dalam konteks pemerintahan saat ini, kader partai juga didorong untuk aktif mengawal program-program strategis nasional. Mulai dari penguatan ketahanan pangan, pemberantasan korupsi, layanan kesehatan gratis, pendidikan rakyat, hingga berbagai program sosial lainnya.

Seluruhnya harus dijaga, agar tidak disalahgunakan dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi rakyat kecil,” tandas Mardiono.

Advokasi politik, pada akhirnya, bukan sekadar soal kekuasaan, tetapi tentang keberpihakan. Tentang memastikan negara hadir untuk rakyatnya dan politik menjadi alat perjuangan untuk memperkuat perekonomian rakyat serta menjaga harapan bersama akan masa depan yang lebih adil dan sejahtera.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!