Haedar Nashir Buka Rakornas II LDK Muhammadiyah di UNIMUS, Tegaskan Dakwah Menyapa Semua

SEMARANG[Berlianmedia] – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah dan Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri 2026 di Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Kamis (29/1).

Rakornas mengusung tema “Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu” dan diikuti para dai komunitas dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Dalam sambutannya, Haedar Nashir menegaskan bahwa sejak awal berdiri, Muhammadiyah telah meletakkan fondasi dakwah yang sangat kokoh dan berkelanjutan. Dakwah Muhammadiyah tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam sistem pendidikan modern, layanan kesehatan, gerakan sosial, hingga pemberdayaan perempuan melalui Aisyiyah.

“Gerakan Muhammadiyah sejak awal adalah dakwah yang membumi. Pendidikan, rumah sakit, panti asuhan, hingga gerakan sosial merupakan manifestasi dakwah yang nyata,” ujar Haedar.

Baca Juga:  Paksa Masuk ke Stadion Jatidiri, Suporter Bentrok Dengan Polisi

Ia menambahkan, fondasi dakwah komunitas telah dicontohkan langsung oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang mendekati kelompok-kelompok marjinal dan kaum miskin tanpa sekat sosial. Menurutnya, pendekatan dakwah seperti inilah yang harus terus dilanjutkan dan diperkuat.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Komunitas Muhammadiyah, Muhammad Arifin, S.Ag., M.Ag., melaporkan bahwa hingga saat ini terdapat 1.594 dai komunitas yang bergerak di 933 titik dakwah dengan jumlah jamaah mencapai 42.097 orang, terdiri dari 23.000 jamaah laki-laki dan 18.637 jamaah perempuan.

“Para dai LDK menjangkau komunitas strategis maupun marginal, seperti daerah tertinggal, komunitas mualaf, masyarakat adat, penyandang disabilitas, warga binaan lembaga pemasyarakatan, eks pecandu narkoba, hingga dai digital Muhammadiyah,” jelas Arifin.

Ia menambahkan, LDK Muhammadiyah saat ini hadir di lebih dari 180 titik yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan, pegunungan, dan perbatasan negara.

Baca Juga:  Jateng Jadi Percontohan Pengembangan Energi Baru Terbarukan Nasional

Pada kesempatan tersebut, LDK juga meluncurkan SIDAGUM (Sistem Data Dakwah Komunitas Muhammadiyah) sebagai platform pemetaan dan monitoring dakwah komunitas berbasis data.

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menegaskan bahwa dakwah harus menyapa semua kalangan tanpa kecuali.

Menurutnya, dakwah komunitas justru penting hadir di ruang-ruang yang selama ini kurang tersentuh.

“Dakwah itu menyapa semua orang. Apa pun latar belakangnya, mereka tetap manusia yang memiliki hak dan kewajiban keagamaan,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi terhadap peran Muhammadiyah dan LDK dalam mendukung pembangunan sosial di daerah. Ia menilai dakwah komunitas merupakan ujung tombak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak bisa bekerja sendiri. Kami menggandeng seluruh elemen, termasuk Muhammadiyah, untuk menangani berbagai persoalan sosial dan pembangunan,” kata Luthfi.

Baca Juga:  Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Kecelakaan Di Ruas Tol Jatingaleh-Krapyak

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Zulkifli Hasan, juga hadir dan menyampaikan dukungannya terhadap peran Muhammadiyah dalam penguatan ketahanan pangan dan penanganan sosial, termasuk melalui kontribusi para dai komunitas.

Rakornas II LDK Muhammadiyah ini juga dirangkaikan dengan Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para dai yang telah berkiprah di berbagai medan dakwah di seluruh Indonesia.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!